TEHERAN, KOMPAS.com – Sebuah investigasi mengungkap dugaan bahwa bursa kripto terbesar dunia, Binance, menjadi jalur aliran dana yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Laporan itu, sebagaimana dilansir The Wall Street Journal, Kamis (21/5/2026), menyebut seorang pengusaha Iran yang dijuluki operator “anti-sanksi”, Babak Zanjani, membangun jaringan pembayaran rahasia untuk menjaga aliran dana ke IRGC tetap berjalan di tengah sanksi Amerika Serikat.Dokumen kepatuhan internal Binance menunjukkan jaringan Zanjani melakukan transaksi sekitar 850 juta dollar AS (sekitar Rp 15 triliun) dalam dua tahun terakhir, sebagian besar melalui satu akun perdagangan di Binance. Aktivitas itu disebut masih berlangsung hingga Desember lalu.

Baca juga: Bantu IRGC, Pasukan Iran Ini Makin Kuat Pukul AS-Israel

Jaringan diduga hindari sanksi AS

Laporan internal Binance menyebut sejumlah sekutu Zanjani, termasuk saudara perempuan, pasangan, dan direktur perusahaannya, mengoperasikan akun tambahan yang diakses dari perangkat yang sama.