Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, rangkuman sejumlah informasi pilihan dari berbagai negara yang terjadi dalam 24 jam.Berita yang pertama datang dari Australia.Penemuan benda mencurigakan di bandara MelbourneBandara Avalon Melbourne sudah dibuka kembali setelah proses evakuasi terminal domestik dilakukan pagi ini(21/05). Saat proses pemeriksaan keamanan ditemukan ada benda yang disebut mencurigakan dan seseorang ditangkap di tempat kejadian.Tim penjinak bom polisi sempat dipanggil dan sebuah robot dikirim untuk menyelidiki benda tersebut. Pihak bandara mengeluarkan pembaruan pukul 10:30 pagi yang menyatakan keadaan darurat telah berakhir."Terminal domestik di Bandara Avalon Melbourne kini telah dibuka kembali dan operasional telah dilanjutkan," kata seorang juru bicara."Kepolisian Victoria telah menyatakan bahwa benda tersebut tidak lagi dianggap berisiko."Menteri Israel mengejek aktivis Global Sumud FlotillaMenteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video dirinya mengejek aktivis yang ditahan dari Global Sumud Flotilla saat beberapa anggota kelompok tersebut didorong dan diseret oleh pasukan Israel.Video tersebut, yang diunggah dengan keterangan "selamat datang di Israel", juga memperlihatkan para aktivis yang dipaksa bersimpuh di tanah dengan tangan terikat di belakang mereka, serta lagu kebangsaan Israel diperdengarkan melalui pengeras suara.Ratusan aktivis, yang mencoba menerobos blokade maritim Israel di Gaza, mulai dicegat oleh pasukan Israel di lepas pantai Siprus, di Laut Mediterania sejak awal pekan ini.Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengkritik aksi Itamar Ben-Gvir."Perlakuan terhadap para aktivis armada Global Sumud, di antaranya warga negara Uni Eropa, sangat merendahkan dan salah," kata Kallas dalam sebuah pernyataan.Proposal Iran-AS ada di 'Tahap Akhir'Iran mengatakan sedang mempelajari proposal terbaru Amerika Serikat yang diterima dari mediator Pakistan untuk mengakhiri perang di negaranya, meskipun kedua pihak masih saling mengancam untuk melanjutkan serangan.Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan jika pihaknya berada di "tahap akhir" negosiasi dengan Iran."Kami akan mencapai kesepakatan, atau kami akan melakukan beberapa hal yang sedikit tidak menyenangkan. Tapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi," kata Trump."Saya tidak terburu-buru. Saya hanya, idealnya, saya ingin melihat lebih sedikit orang yang terbunuh, bukan banyak."Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pihaknya "menerima sudut pandang dari pihak Amerika dan saat ini sedang mempelajarinya".Ia mengulangi tuntutan Iran, termasuk pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri dan pengakhiran blokade AS terhadap pelabuhan Iran.WHO: dunia kini lebih berisiko terkena pandemiTemuan dari Global Preparedness Monitoring Board (GPMB) ini muncul ketika lembaga WHO berupaya keras untuk menahan wabah Ebola dan hantavirus yang mematikan, sementara Australia tengah menghadapi salah satu wabah difteri terburuknya.GPMB adalah badan yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2018 setelah epidemi Ebola skala luas pertama di Afrika Barat, dengan tujuan untuk menilai seberapa baik negara-negara siap menghadapi pandemi di masa depan.Laporan terbarunya, mengungkap "dengan semakin seringnya terjadi wabah penyakit menular, wabah tersebut juga menjadi semakin merusak", memperingatkan bahwa kesiapan global "bergerak ke arah yang salah".Profesor Sharon Lewin dari Institut Doherty di Universitas Melbourne, yang tidak terlibat dalam laporan tersebut, mengatakan temuan itu merupakan pengingat penting bahwa kerja sama global dan akses yang adil terhadap langkah-langkah kesehatan sangat penting untuk kesiapan menghadapi pandemi.Tonton juga video "Penemuan Tas Mencurigakan di Parepare, Gegana Dikerahkan"