Jakarta -

Pemerintah Turki akan mengirimkan pesawat charter ke Israel untuk memulangkan para aktivis flotilla Gaza. Hal ini disampaikan setelah pasukan Israel menahan mereka dalam adegan yang memicu kecaman internasional."Kami berencana untuk membawa warga negara kami dan para peserta dari negara ketiga ke Turki dengan penerbangan charter khusus yang akan kami atur hari ini," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/5/2026).Sebelumnya, sekitar 50 kapal berlayar dari Turki pada 14 Mei lalu untuk mencoba menerobos blokade Israel terhadap Gaza dan bergabung di laut oleh beberapa kapal lainnya. Pasukan Israel mulai mencegat mereka di lepas pantai Siprus pada hari Selasa lalu. Para pejabat Israel dan penyelenggara konvoi kapal tersebut mengatakan sekitar 430 aktivis ditahan, termasuk dua jurnalis Republika. Mereka dibawa ke pelabuhan Ashdod, Israel. Dalam rekaman yang diposting oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, menunjukkan para aktivis tersebut dipaksa berlutut, tangan mereka diikat di belakang punggung.Gambar tersebut memicu gelombang kecaman global. Pemerintah Turki menyebut hal itu "secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas kekerasan dan biadab" dari pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.Fidan tidak menyebutkan berapa banyak aktivis yang akan diterbangkan ke Turki. Namun, media Turki melaporkan bahwa 78 warga negara Turki termasuk di antara para tahanan.