BANDUNG kembali tenggelam dalam lautan biru. Menjelang laga penentuan juara, ribuan Bobotoh menyerbu Persib Store untuk mendapatkan jersey, syal, hingga berbagai atribut resmi Persib Bandung.
Antrean panjang mengular sejak pagi. Media sosial dipenuhi euforia. Kota bergerak dalam satu irama emosi yang sama, yaitu harapan, kebanggaan, dan rasa memiliki terhadap Persib.Sekilas, fenomena ini tampak seperti aktivitas konsumsi biasa menjelang pesta juara.
Namun jika dibaca melalui perspektif ilmu manajemen pemasaran modern, apa yang terjadi sesungguhnya jauh lebih kompleks.
Fenomena Persib Store memperlihatkan bagaimana sebuah klub sepak bola telah berhasil membangun brand emotion yang begitu kuat hingga melahirkan loyalitas dan perilaku konsumsi kolektif.
Baca juga: Membaca Kehebatan Persib yang Berpeluang Hattrick Juara















