HAVANA, KOMPAS.com - Amerika Serikat mendakwa mantan pemimpin Kuba, Raul Castro dengan tuduhan pembunuhan atas jatuhnya dua pesawat sipil pada 1996.
Dakwaan AS ini memicu spekulasi bahwa Presiden Donald Trump akan mencoba menggulingkan rezim negara komunis tersebut.Castro adalah adik laki-laki dari Fidel Castro, mendiang musuh bebuyutan AS yang memimpin revolusi Kuba pada 1959 dan kini masih memiliki pengaruh kuat di negara itu.
Baca juga: Trump Ungkit Tragedi Penembakan Pesawat AS 1996, Mau Adili Eks Presiden Kuba
"Kami memperkirakan dia akan datang ke sini atas kemauannya sendiri atau dengan cara lain dan masuk penjara," kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche dalam konferensi pers di Miami, dikutip dari AFP, Rabu (20/5/2026).
Selain pembunuhan, Castro juga didakwa dengan konspirasi untuk membunuh warga AS dan perusakan pesawat terbang.












