BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping memuji hubungan "tak tergoyahkan" antara Beijing dan Moskwa dalam pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (20/5/2026).

Keduanya pemimpin itu bertemu untuk mempertegas aliansi mereka beberapa hari setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing.Hubungan kedua negara telah semakin erat sejak invasi Moskwa ke Ukraina pada tahun 2022, karena Rusia semakin bergantung pada China, pelanggan minyak utamanya.

Baca juga: Putin Sebut Xi Sahabat Dekat, Tak Bertemu Sehari Serasa 3 Tahun

Berbeda dengan kunjungan Trump pekan lalu, yang tidak menghasilkan banyak pengumuman konkret secara langsung, Putin dan Xi menandatangani sejumlah perjanjian mengenai perdagangan, media, dan energi.

Keduanya akan membahas isu-isu terpenting seperti Ukraina, Iran, dan hubungan dengan AS, menurut ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, pada Senin (18/5/2026).