RENCANA kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin, ke Tiongkok pada 19 Mei nanti untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menarik untuk dicermati.

Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada 14-15 Mei lalu.Kunjungan yang dijadwalkan selama dua hari tersebut diyakini bukanlah sekadar kunjungan kehormatan biasa (courtesy call).

Diskursus mengenai situasi geopolitik dan geoekonomi global, serta positioning kedua negara terhadap AS akan menjadi pembahasan sentral di antara kedua belah pihak.

Kunjungan Putin ke Tiongkok ini sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Kunjungan pemimpin kuat Rusia ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan di antara kedua negara.