Jakarta -

Pemerintah Jepang meminta pemerintah China untuk menjamin keselamatan warganya setelah penusukan di sebuah restoran di Shanghai, yang melukai dua warga Jepang.Ini adalah titik gesekan diplomatik terbaru seiring kedua negara terlibat dalam kebuntuan yang dipicu oleh komentar Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi bahwa Tokyo mungkin akan campur tangan secara militer, jika Beijing menyerang Taiwan.Sebelumnya pada hari Selasa (19/5), Kepolisian distrik Pudong mengatakan di media sosial, bahwa mereka telah menerima laporan seorang pria "melukai orang-orang dengan pisau buah di sebuah restoran". Dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/5/2026), polisi mengatakan tersangka, seorang pria berusia 59 tahun bernama Yang, yang ditahan di tempat kejadian, memiliki riwayat penyakit mental. Tiga orang dilarikan ke rumah sakit, menurut pernyataan tersebut. Media Jepang melaporkan bahwa dua di antaranya adalah warga negara Jepang.Ditanya tentang laporan tersebut, konsulat Jepang di Shanghai mengkonfirmasi bahwa dua warga negara telah terluka, dan menambahkan bahwa mereka sedang menerima perawatan medis."Pemerintah Jepang telah meminta pemerintah China untuk... mengklarifikasi fakta dan memberikan penjelasan yang jelas... (dan) memastikan keselamatan dan keamanan warga negara Jepang," kata seorang juru bicara konsulat Jepang di Shanghai dalam sebuah pernyataan.Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara kemudian mengkonfirmasi bahwa Tokyo telah meminta penjelasan. Dia menambahkan bahwa peringatan konsuler telah dikirimkan kepada semua warga negara Jepang yang tinggal di China.