PADA akhirnya semua ada batasnya. Pelatih Josep "Pep" Guardiola dan Manchester City melawan itu sejak menang 2-1 atas Liverpool di Stadion Anfield, 8 Februari lalu.
Saat itu sang kapten Bernardo Silva menjadi protagonis lewat gol yang menyamakan kedudukan dan ditutup gol penalti Erling Haaland.Jantung Guardiola berdetak lagi dan klub yang diraciknya memiliki kepercayaan diri untuk mengejar Arsenal--klub dari ibu kota Inggris yang dalam tiga musim terakhir terus-menerus "kecopetan" di babak akhir kompetisi Liga Premier.
Sejak menumbangkan The Reds itu, City memiliki momen-momen penting yang diharapkan menghantam mental Arsenal yang diarsiteki Mikel Arteta, bekas asisten Guardiola.
Momen kedua adalah ketika City membungkam Arsenal di final Carabao Cup, 22 Maret 2026.
Ini trofi minor, tapi tak dilupakan oleh Guardiola yang memang terkenal ambisius---kalau bukan 'kemaruk' trofi.













