Penulis: Zeeshan Tirmizi/DW Indonesia

BERLIN, KOMPAS.com - Warga Berlin kehilangan sekitar 60 jam dalam kemacetan lalu lintas sepanjang tahun lalu. Situasi itulah yang ingin diubah oleh Oliver Collmann.Sang insinyur sejatinya mengembangkan perangkat lunak untuk mobil tanpa pengemudi, sebelum menyadari bahwa dia ingin menggunakan keahliannya untuk sesuatu yang lebih berpihak pada kepentingan umum umat manusia.

Setelah perlahan meninggalkan pekerjaannya, Collmann bergabung dengan kelompok yang mengampanyekan referendum untuk mengurangi lalu lintas kendaraan di pusat ibu kota Jerman.

Baca juga: Ngamuk, Trump Damprat Reporter yang Tanya soal Proyek Penataan Ibu Kota

"Berlin adalah salah satu dari sedikit ibu kota Eropa yang hingga kini masih sangat berorientasi pada mobil dalam kebijakan transportasinya," kata Collmann, yang menjadi salah satu juru bicara gerakan tersebut.