Pelemahan rupiah di atas Rp 18.000 per dollar AS diperkirakan menekan sektor consumer, farmasi, otomotif, hingga properti.

Nilai tukar dolar AS bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar. Kondisi ini mencerminkan tekanan terhadap rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pelemahan rupiah di atas Rp 18.000 per dollar AS diperkirakan menekan sektor consumer, farmasi, otomotif, hingga properti.