Kesepakatan tersebut muncul setelah adanya kekhawatiran bahwa bentrokan yang terus berlanjut akan merusak perjanjian untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran.

Militer Israel mengonfirmasi, pasukannya menyerang sejumlah target milik Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon selatan pada Jumat (19/6/2026).

Donald Trump menunjukkan kekecewaan terhadap Israel setelah serangan terhadap Lebanon kembali mengancam kesepakatan damai AS-Iran.