Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan di seluruh Timur Tengah untuk hari kedua berturut-turut

Ketegangan di Timur Tengah kembali membara setelah Israel dan Iran terlibat jual beli serangan menggunakan rudal hingga Senin (8/6/2026) pagi.

Iran melayangkan ancaman balasan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, Rabu (10/6/2026).

Donald Trump berjanji akan “menghantam mereka dengan keras” setelah perundingan untuk mengakhiri damai mengalami kebuntuan.

Militer AS mengumumkan pasukannya telah "menyelesaikan" gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada Kamis (11/6) dini hari.

Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan di seluruh Timur Tengah untuk hari kedua berturut-turut

Hubungan AS-Iran makin panas. Setelah saling serang, Trump tegaskan militer AS siap lancarkan serangan balasan habis-habisan.

Baku tembak ini kian mengancam gencatan senjata sekaligus memupuskan harapan publik akan berakhirnya perang.

AS menyatakan bahwa serangan terbarunya ke Iran telah selesai setelah operasi militer akibat penembakan helikopter Apache di Selat Hormuz.

AS menyatakan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran telah selesai. Teheran sempat melancarkan balasan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait.