Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada April 2026 sebesar US$ 89,1 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekspor Indonesia pada Mei 2026 sebesar US$ 25,30 miliar atau naik 21,98% dibandingkan April 2025.

Kinerja ekspor Indonesia melonjak 21,98% di April 2026, didorong nonmigas seperti minyak sawit dan nikel. Sektor industri pengolahan jadi kunci penguatan.

Neraca perdagangan Indonesia terus cetak surplus 72 bulan beruntun hingga April 2026, mencapai $5,64 miliar. Didorong nonmigas meski ada tekanan global.

Neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 tercatat surplus US$ 89,1 juta.

Economists predict declining demand from China will weigh on future exports

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada April 2026 sebesar US$ 89,1 juta.

The trade balance for January-April 2026 consisted of a non-oil and gas surplus of US$14.16 billion and an oil and gas deficit of US 8.52 billion.