AS dan Iran disebut hampir mencapai kesepakatan memperpanjang gencatan senjata, namun masih menunggu persetujuan Donald Trump.

Amerika Serikat (AS) menyebut kesepakatan damai dengan Iran masih bisa terjalin meski Washington melancarkan serangan udara terbaru.

Perkembangan pembicaraan damai AS dan Iran justru memicu gelombang kekhawatiran, kekecewaan, dan kemarahan yang meluas di Israel.

Menlu AS Marco Rubio menegaskan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai dalam beberapa hari ke depan, meskipun ada serangan terbaru AS.

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah melancarkan serangan udara di dekat Selat Hormuz.

AS dan Iran disebut hampir mencapai kesepakatan memperpanjang gencatan senjata, namun masih menunggu persetujuan Donald Trump.

AS dan Iran menyampaikan pernyataan kontradiktif mengenai potensi tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik, terutama setelah kedua negara saling serang.

Media pemerintah Iran mengatakan bahwa nota kesepahaman dengan AS belum bersifat final maupun dikonfirmasi.

Negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Presiden Trump sedang mempertimbangkan keputusan akhir terkait perang dengan Iran, termasuk kesepakatan damai dan isu senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump menyatakan, dirinya akan segera mengambil keputusan akhir terkait proposal perpanjangan gencatan senjata dengan Iran

Amerika Serikat (AS) dan Iran menyampaikan pernyataan yang saling kontradiktif mengenai akhir konflik. Kedua negara bahkan saling menyerang.

Trump mengadakan pertemuan dengan para pembantu utamanya pada Jumat (29/5/2026) untuk membuat keputusan akhir tentang Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Iran segera membuka selat Hormuz.