KNKT menduga operator belum mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, saat meminta masinis KA Argo Bromo Anggrek hanya rem-rem sedikit.

KNKT mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapatkan sinyal hijau, meski telah terjadi insiden KRL tertemper mobil taksi di Bekasi Timur.

KNKT mengungkapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek sudah mengerem 1,3 km sebelum tabrakan KRL di Stasiun Bekasi, namun pengereman tidak optimal sesuai standar.