Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal berdampak langsung pada dompet warga Indonesia.

Pelemahan rupiah membuat biaya impor energi naik karena transaksi pembelian minyak mentah maupun BBM menggunakan dollar AS.

Rupiah melemah di atas Rp 17.600/dollar AS, picu kenaikan harga pangan dan energi. Inflasi mengancam, daya beli tergerus.

Menurut Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad, dolar AS akan sangat sulit turun di bawah level Rp 17.000.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok ke level Rp 17.663 namun pemerintah menyatakan Indonesia kuat.