Washington DC -

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dilaporkan menelepon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebanyak dua kali pada Kamis (10/9) waktu setempat, untuk mendesaknya agar melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman.Trump disebut telah menolak permintaan MBS.Informasi itu, seperti dilansir Reuters, Jumat (11/9/2026), diungkapkan oleh media Axios dalam laporan terbarunya, yang mengutip sumber dua pejabat AS yang memahami situasi tersebut.

Menurut para pejabat AS yang dikutip Axios, pemerintahan Trump tidak berniat untuk mengambil tindakan militer langsung terhadap Houthi untuk saat ini.Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Gedung Putih dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington DC belum memberikan tanggapan.Laporan Axios menyebutkan bahwa AS semakin khawatir dengan konflik yang memanas dengan cepat di Yaman dan tengah meningkatkan dukungan terhadap Saudi yang terseret dalam konflik tersebut, namun sembari berupaya menghindari keterlibatan militer secara langsung.Disebutkan Axios dalam laporannya bahwa Komandan Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper, bertolak ke Saudi pada Kamis (10/9) untuk melakukan pembicaraan koordinasi yang mendesak.Menurut laporan Axios, para pejabat militer dan sipil AS juga telah menyampaikan kepada mitra mereka di Saudi dalam beberapa pekan terakhir bahwa arahan Trump adalah agar pasukan Amerika tetap fokus pada Iran dan pengamanan Selat Hormuz, sembari menghindari munculnya front militer lainnya.