Jakarta -

Lebih dari 150 penerbangan di Inggris dibatalkan hari ini. Hal itu akibat gangguan teknis layanan kendali lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) Inggris.Dilansir AFP dan Reuters, Rabu (9/9/2026), situs pelacakan pesawat FlightRadar24 menyatakan sebanyak 177 penerbangan yang dijadwalkan pada hari Rabu dibatalkan. Pembatalan tersebut menyusul 1.300 penerbangan yang dibatalkan dari dan menuju bandara-bandara Inggris pada hari Selasa.Hampir seluruh penerbangan yang dibatalkan pada hari Rabu terjadi di Bandara Heathrow yang merupakan bandara tersibuk di Inggris.

Pada Selasa malam, National Air Traffic Services (NATS) menyatakan pihaknya masih berupaya mengatasi gangguan akibat "masalah sistem"."Upaya terus dilakukan untuk membantu maskapai penerbangan dan bandara pulih dari gangguan hari ini," tulis NATS di X."Proses pemulihan ini sangat rumit dan menimbulkan kesulitan bagi seluruh jaringan penerbangan, yang akan membutuhkan waktu untuk kembali normal," sambungnya.Lebih lanjut, Bandara Heathrow menyatakan penerbangan keberangkatan telah kembali beroperasi, setelah "masalah teknis" sempat memaksa bandara menghentikan penerbangan kedatangan pada hari Selasa.Namun, pihak bandara memperingatkan "gangguan diperkirakan akan terus berlanjut". Penumpang diminta untuk memeriksa status penerbangan dengan maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.NATS sebelumnya menyatakan gangguan teknis tersebut telah teratasi. Pihaknya sedang "berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai penumpukan jadwal penerbangan"."Kami memahami situasi ini sangat menjengkelkan dan kami memohon maaf sebesar-besarnya," tulis organisasi tersebut di X.Penyedia layanan pengendalian lalu lintas udara tersebut kemudian menyampaikan melalui X, bahwa proses pemulihan dari gangguan ini akan memakan waktu. Pihaknya menambahkan "proses pemulihan ini sangat rumit dan menimbulkan kesulitan bagi seluruh jaringan penerbangan."Sementara itu, CEO Martin Rolfe mengatakan kepada Sky News bahwa NATS belum "menyelesaikan penyelidikan secara menyeluruh" untuk menemukan penyebab masalah teknis yang memicu gangguan tersebut."Kami belum mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi," ujar Rolfe.Kekacauan tersebut terjadi setelah gangguan teknis serupa pada bulan Juli tahun lalu yang menyebabkan banyak penerbangan dari dan menuju Inggris dibatalkan, sehingga memicu kemarahan para pimpinan maskapai penerbangan.Inggris mengalami kegagalan sistem penerbangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir pada tahun 2023, yang berdampak pada lebih dari 700.000 penumpang akibat penundaan atau pembatalan ratusan penerbangan.Lihat juga Video 'Tumpangi Garuda yang Pecah Ban, Ari Lasso Apresiasi Kru Pesawat':