Sarawak -
Sebuah helikopter layanan medis, yang dijuluki "flying doctor", jatuh di negara bagian Sarawak, Malaysia. Tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut, dengan lima orang yang ada di dalam helikopter tersebut, termasuk staf medis, dikonfirmasi tewas.Kabut asap yang menyelimuti Sarawak, imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, disebut mempersulit upaya pencarian lokasi jatuhnya helikopter.Helikopter medis itu, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Reuters, Rabu (9/9/2026), jatuh di dekat lapangan terbang Long Lellang di Sarawak bagian utara pada Selasa (8/9) waktu setempat. Lapangan terbang itu dikhususkan untuk aktivitas lepas landas dan pendaratan di landasan pendek.
Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengatakan bahwa informasi awal menunjukkan bahwa seorang pilot dan empat staf Kementerian Kesehatan ada di dalam helikopter yang jatuh tersebut.Selain pilot, menurut Dzulkefly, empat orang yang ada di helikopter itu terdiri atas seorang petugas medis, seorang asisten petugas medis, dua perawat yang sedang menjalankan tugas resmi.Seorang pejabat komite penanggulangan bencana di Miri, Sarawak, mengonfirmasi kepada kantor berita Bernama bahwa lima orang di dalam helikopter tersebut tewas dalam kecelakaan itu.Layanan "flying doctor" biasanya menggunakan pesawat untuk memberikan layanan medis, transportasi darurat, dan layanan klinis bagi area pedesaan atau area-area terpencil di Malaysia.











