Wina -
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) telah membangun fasilitas pengayaan uranium baru di kompleks nuklir utamanya di Yongbyon.IAEA, yang merupakan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dilansir Reuters, Rabu (9/9/2026), mengungkapkan hal tersebut dalam laporan terbarunya.IAEA dalam laporannya mengatakan bahwa fasilitas pengayaan baru itu mampu menampung hingga 28 rangkaian centrifuge cascade, susunan ratusan atau ribuan mesin sentrifugal, dan mulai mengoperasikan bangunan tambahan yang diperluas di lokasi pengayaan Kangson.
IAEA yang berbasis di Wina, Austria, menyatakan bahwa temuan-temuan itu mengindikasikan adanya perluasan berkelanjutan pada infrastruktur nuklir Korut di berbagai lokasi.Dalam laporan tertanggal 28 Agustus, IAEA menyebutkan bahwa pihaknya mengandalkan citra satelit dan materi open-source, termasuk foto-foto yang dipublikasikan oleh media pemerintah Korut, untuk memantau aktivitas nuklir Pyongyang. IAEA tidak lagi memiliki pemeriksa di wilayah Korut sejak tahun 2009.IAEA mengidentifikasi sebuah bangunan baru berlantai dua di kompleks Yongbyon sebagai fasilitas pengayaan uranium kedua di lokasi tersebut. Kesimpulan itu didapat dengan membandingkan foto-foto media pemerintah mengenai kunjungan pemimpin Korut Kim Jong Un pada Juni lalu dengan citra satelit yang diambil selama masa pembangunan gedung tersebut.Foto-foto kunjungan tersebut mengindikasikan bahwa rangkaian gas centrifuge cascade telah dipasang baik di lantai atas maupun lantai bawah bangunan utama. Laporan IAEA itu menambahkan bahwa bangunan tersebut dapat menampung 28 rangkaian kaskade sebagaimana terlihat dalam foto-foto tersebut.














