Jakarta -
Inggris mengumumkan larangan impor seluruh produk yang berasal dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah paling tegas yang diambil Inggris sejak mengakui kedaulatan negara Palestina tahun lalu.Dikutip dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menuduh Israel melakukan pembersihan etnis terhadap warga Palestina. Ia juga menegaskan, pemerintah Inggris memandang perluasan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai tindakan yang melanggar hukum.Miliband juga mengumumkan pembatasan baru yang lebih ketat terhadap penjualan senjata ke Israel. Namun Israel juga mengumumkan empat balasan, termasuk melarang 12 anggota parlemen Inggris memasuki Israel dan menutup konsulat Inggris di Yerusalem.
Larangan Inggris terhadap perdagangan barang dari permukiman ilegal Israel ini diberlakukan di tengah meningkatnya kekerasan oleh pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Perluasan permukiman tersebut juga memicu perdebatan di Eropa mengenai pembatasan perdagangan dengan wilayah tersebut.Setelah pidato Miliband di parlemen, 12 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung solusi dua negara. Mereka juga menyatakan akan mempertimbangkan pembatasan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel.Prancis, Inggris, Kanada, Denmark, Spanyol, Finlandia, Irlandia, Islandia, Norwegia, Polandia, Portugal, dan Swedia menyerukan pemerintah Israel untuk menghentikan perluasan permukiman.Larangan Inggris terhadap perdagangan dengan permukiman ilegal Israel mencakup impor semua barang dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Selain itu, Inggris juga akan menjatuhkan sanksi terhadap semua organisasi, bisnis, dan individu yang menyediakan konstruksi, infrastruktur, pembiayaan, atau properti untuk perluasan permukiman.Kemudian larangan total terhadap iklan penjualan properti di permukiman ilegal di Tepi Barat di Inggris. Sanksi juga akan dijatuhkan terhadap pemukim ekstremis yang telah mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.Semua izin ekspor baru untuk senjata dan ekspor lainnya yang secara material berkontribusi pada pendudukan akan ditolak. Inggris telah menangguhkan lebih dari 30 izin senjata yang digunakan oleh tentara Israel di Gaza.Inggris merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Israel. Nilai perdagangan kedua negara mencapai 6 miliar poundsterling atau sekitar Rp 142,76 triliun (kurs Rp 23.793) pada 2025.Meski sulit memastikan nilai barang yang berasal langsung dari permukiman, Inggris diperkirakan mengimpor barang senilai 38 juta poundsterling dari wilayah pendudukan tersebut sepanjang 2025.Sejumlah produk yang banyak diimpor Inggris dari Israel antara lain batu dan logam mulia, peralatan teknis dan medis, plastik, mesin, serta produk pertanian seperti buah-buahan. Sebaliknya, Inggris mengekspor berbagai produk ke Israel, termasuk peralatan pertahanan seperti drone, helikopter, dan komponen pesawat.Pada 2024, Inggris sempat menangguhkan sekitar 30 lisensi ekspor senjata karena tindakan Israel di Gaza, namun pengecualian diberikan untuk komponen pesawat tempur F-35, yang dapat diakses Israel melalui mitra lain seperti AS. Pada Mei 2025, Inggris juga menangguhkan negosiasi untuk memodernisasi perjanjian perdagangan agar mencakup perdagangan digital dan bidang lainnya.Simak juga Video: Prabowo Ungkap Praktik Gelap Ekspor-Impor RI Sudah Ada Puluhan Tahun










