Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng PT TASPEN (Persero) menggelar Kick Off Bulan Dana Pensiun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di CFD Sudirman ini menjadi momentum untuk meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak dini.Meski tingkat literasi keuangan masyarakat secara nasional terus meningkat, pemahaman masyarakat terhadap dana pensiun masih tergolong rendah. Berdasarkan survei OJK, tingkat literasi dana pensiun baru mencapai 22%."OJK ini bikin satu survei tentang literasi dan inklusi di masing-masing sektor. Kalau secara nasional, literasi keuangan secara nasional itu sudah 69%. Artinya kalau dari 100 orang yang kita tanya, ya 70 sudah ngerti lah," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi.
"Tapi khusus untuk dana pensiun itu angkanya masih kecil. Untuk literasi masih 22%," sambungnya.Tak hanya tingkat literasi, Friderica mengatakan inklusi dana pensiun di masyarakat juga masih relatif rendah. Hal ini menunjukkan masih perlunya upaya untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat menjadi peserta dana pensiun."Kemudian inklusinya juga masih kecil," tambahnya.Di sisi lain, industri dana pensiun telah mencatatkan dana kelolaan yang cukup besar, yakni mencapai Rp1.669 triliun. Menurut Friderica, tantangan yang dihadapi ke depan bukan hanya meningkatkan dana kelolaan, tetapi juga memperluas kepesertaan masyarakat."Nah, kemudian kalau dari industri dana pensiun juga saat ini dana kelolaan dana pensiun juga sangat baik ya Rp1.669 triliun, ya tetapi ini tentunya PR-nya adalah nggak cuma membesarkan dana kelolaan dana pensiun tapi meningkatkan kepesertaannya," ujarnya.Menurutnya, peningkatan kepesertaan dana pensiun menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kolaborasi antara regulator, pemerintah, asosiasi, hingga perusahaan yang bergerak di industri dana pensiun.Upaya tersebut juga perlu dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin, bahkan sejak seseorang mulai memasuki dunia kerja."Dan ini adalah PR kita semua antara OJK regulator, pemerintah, kemudian dengan asosiasi dana pensiun, kemudian perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang dana pensiun untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dana pensiun itu harus disiapkan dari bahkan sejak pertama orang mulai bekerja. Sejak pertama orang bekerja itu harus sudah memikirkan tentang dana pensiun," ujarnya.Hal senada disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Rini Widyantini. Menurutnya, persiapan masa pensiun sebaiknya dilakukan sejak seseorang mulai bekerja, bukan ketika memasuki masa purnabakti."Jadi, masa persiapan yang baik tidak dipersiapkan ketika kita itu akan berhenti bekerja, tapi sejak mulai bekerja," katanya.Ia pun mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mempersiapkan masa pensiun dengan baik sejak dini."Oleh karena itu, tentunya kesiapan ini perlu disiapkan dari sebelum kita pensiun. Hari ini OJK, Mandiri Taspen, dan sebagainya telah mengajak Bapak dan Ibu, terutama yang muda-muda untuk mempersiapkan pensiun dengan baik begitu," ujarnya.Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, mengatakan upaya meningkatkan perlindungan pekerja menjadi tantangan pemerintah, mengingat sebagian besar angkatan kerja Indonesia bekerja di sektor informal."Kita memiliki angkatan kerja 155 juta, sebagian mereka ada yang PNS atau ASN tentu terkait dengan jaminan sosialnya mereka sudah apa... sudah punya, tapi jangan lupa bahwa dari angkatan kerja kita ada sekitar 60% mereka yang bekerja di sektor informal," paparnya.Menurutnya, perlindungan tersebut perlu dipersiapkan seiring masyarakat menjalani masa produktif hingga memasuki usia tua."Dan ini tentu tantangan pemerintah bagaimana kita semangat yang kita dengar hari ini, masa mudanya produktif dan kemudian masa muda berkarya dan kemudian pada saat tua bahagia dan mendapatkan perlindungan. Jadi kami dari Kementerian Ketenagakerjaan sekali lagi ini sejalan dengan upaya kita untuk terus meningkatkan perlindungan kepada para angkatan kerja kita," paparnya.Ia berharap pelaksanaan Kick Off Bulan Dana Pensiun 2026 dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan setelah memasuki masa purnabakti."Dan semoga ini program bersama bagaimana kita memperhatikan pasca mereka bekerja dengan kick-off bulan dana pensiun ini bisa kita wujudkan dengan kolaborasi bersama," pungkasnya.






