Jakarta -
PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan peningkatan laba yang signifikan sepanjang semester I 2026. Capaian ini menempatkan Pupuk Indonesia sebagai BUMN dengan peningkatan laba tertinggi kedua sepanjang paruh pertama tahun ini.Pada Januari hingga Juni 2026, Pupuk Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 8,51 triliun atau tumbuh 253% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja signifikan ini berhasil didapatkan Pupuk Indonesia seiring dengan upaya transformasi bisnis dan tata kelola perusahaan yang didorong Danantara Indonesia.Komitmen kuat pemerintah dalam mengejar efisiensi tanpa mengorbankan kepentingan publik kini berbuah manis melalui lonjakan performa finansial BUMN yang signifikan. Realisasi perbaikan tata kelola ini tercermin jelas pada pertumbuhan laba bersih sejumlah korporasi negara di semester pertama tahun 2026, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI.
"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di 6 bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%. 400%! Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Untung bersih PT Pertamina naik 86%. Untung bersih Pegadaian naik 84,4%. Saudara-saudara, Untung bersih Pelindo naik 60,4%, dan untung bersih PTPN naik 54,4%," ujar Prabowo.Prabowo turut membeberkan kinerja sejumlah BUMN pada enam bulan pertama 2026. Dia menyebut sejumlah perusahaan pelat merah mencatatkan lonjakan laba bersih.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 408,9%. Kemudian PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan kenaikan laba bersih 252,8%.Selanjutnya, laba bersih PT Pertamina (Persero) naik 86%, Pegadaian naik 84,4% seiring transformasi bisnis bank emas, Pelindo naik 60,4%, dan PTPN naik 54,4%.Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konteks pembenahan BUMN yang menurutnya dilakukan secara besar-besaran."Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran," kata Prabowo.Prabowo menuturkan kinerja Pupuk Indonesia yang mencatatkan kenaikan laba bersih hingga sekitar 253% terjadi bersamaan dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% dan meningkatkan volume ketersediaan pupuk bagi petani. Penurunan harga tersebut terjadi pertama kali dalam sejarah."Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," ucapnya.Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Ia juga menilai Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman El Nino yang diperkirakan dapat berdampak signifikan terhadap sektor pangan."Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20%. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.Sebagai catatan, Pupuk Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp 59,67 triliun, tumbuh 51% dengan peningkatan EBITDA sebesar 140% menjadi Rp14,28 triliun, seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional yang sejalan dengan upaya transformasi dan bisnis perusahaan.Adapun kinerja ini merupakan hasil dari penerapan operational excellence dan cost leadership yang disiplin, di bawah supervisi Danantara.Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan efisiensi operasional dan disiplin biaya yang dijalankan secara konsisten sesuai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan atau tanpa momentum siklus harga komoditas."Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad dikutip dari website Pupuk Indonesia, Senin (24/8/2026).Menurutnya, penguatan kinerja keuangan tersebut juga memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk mempercepat investasi dalam revitalisasi industri pupuk nasional. Melalui proyek modernisasi fasilitas tersebut, Pupuk Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Sehingga, keberlanjutan pasokan terjaga dan pupuk dapat tersedia dengan harga yang tetap terjangkau bagi petani.Keterjangkauan harga pupuk pada akhirnya diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap pupuk. Hal ini tercermin dari peningkatan penebusan pupuk bersubsidi setelah kebijakan penurunan harga diterapkan pemerintah pada Oktober 2025. Hingga 1 September 2026, penebusan pupuk bersubsidi mencapai 6,33 juta ton, meningkat 27,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan efisiensi tinggi tanpa memberikan beban tambahan pada anggaran negara. Komitmen perubahan ini digodok bersama manajemen dan telah dipresentasikan langsung di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mengubah formula subsidi yang lebih tepat sasaran."Di Pupuk kita melakukan transformasi yang lebih fundamental lagi ya. Waktu Pupuk kita ambil bisnis modelnya adalah cost plus. Nah COGS dikasih margin. Lalu saya berdiskusi dengan Pak Dirut-nya, kemudian saya hadir ke DPR, saya mempresentasikan di DPR yang bersamaan dengan Pak Dirut. Kemudian kita meminta perubahan bisnis model kepada pemerintah menjadi market to market, ya harga pasar tetapi kemudian subsidinya yang dihitung sehingga ini tidak membebani pemerintah di satu sisi, di satu sisi menekan harga COGS kita," ujar Dony.Langkah berani mengubah orientasi bisnis ini langsung memberikan dampak domino yang positif terhadap rantai pasok pertanian nasional. Penurunan COGS membuat harga pupuk di tingkat makro menjadi lebih efisien. Di saat yang sama, kapasitas produksi perusahaan terus dipacu guna memenuhi kebutuhan domestik secara masif sekaligus membuka peluang bisnis di pasar global."Dengan pola ini kita berhasil menekan biaya harga pupuk kita kepada petani. Ya karena produksi kita menjadi lebih banyak, kita tingkatkan produksi, kita bisa mengekspor pupuk. Di satu sisi laba kita meningkat jadi bisnis modelnya ini sebetulnya perubahan yang sangat fundamental dari Pupuk Indonesia," lanjut Dony.Optimisme terhadap masa depan industri pupuk nasional kian menguat seiring dengan langkah pemerintah yang saat ini tengah memodernisasi infrastruktur produksi. Sebanyak delapan pabrik pupuk di bawah naungan holding kini sedang dalam proses perbaikan komprehensif untuk memastikan efisiensi berjalan secara berkelanjutan.Transformasi ini pun berbuah manis. Selain mencatatkan pertumbuhan keuntungan yang sangat signifikan, produk Pupuk Indonesia kini mulai diakui keandalannya di kancah internasional, yang ditandai dengan keberhasilan menembus pasar Australia."Hari ini kita sedang melakukan perbaikan delapan pabrik pupuk kita. Nah ini kan artinya transformasi ini satu persatu dan hasilnya terlihat labanya meningkat lebih dari 200%. Saya cukup optimis bahwa pupuk ini ke depannya akan semakin besar. Ya, kita mulai mengekspor kemarin ekspor perdana kita ke Australi. Disambut oleh di Australi sangat-sangat senang dengan ekspor pupuk kita ini. Ya, ini pencapaian juga untuk teman-teman di Pupuk Indonesia," ungkap Dony.Dony menilai capaian kinerja yang diraih Pupuk Indonesia menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat dan perlu terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan."Transformasinya sudah mulai nunjukin hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan," ujarnya.






