Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa di bawah Rp 200 triliun.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan bahwa proses efisiensi anggaran untuk tahun ini masih terus dilakukan. Misalnya, terhadap dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi."Nah, jadi kami, dan ini dari Rp 229 triliun sisanya ini kami terus kami sisir, kami lacak. Ada nggak misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi. Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta nanti kami melaporkan ke pihak kejaksaan untuk diperiksa," ujar Sudaryono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Ketika ditanya soal apakah anggaran MBG untuk tahun depan bisa ditekan hingga di bawah Rp 200 triliun, Sudaryono tidak menjawab pasti. Intinya kata Sudaryono, pihaknya akan berupaya terus melakukan efisiensi.Sudaryono mengatakan akan kembali membahas bersama Menteri Keuangan maupun secara internal di BGN soal kemungkinan tersebut."Ya, kami untuk di bawah Rp 200 triliun tahun depan, ya, Kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk se-efisien mungkin," ujarnya."Nanti kami coba bisa bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi," sambungnya.Sudaryono menegaskan komitmennya untuk menggunakan setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya."Jadi, kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada.Kami pastikan itu," ujarnya.Pernyataan Purbaya Yudhi SadewaSebelumnya, Purbaya menjelaskan anggaran MBG tahun ini awalnya ditetapkan Rp 330 triliun. Kemudian dilakukan efisiensi anggaran lagi menjadi sekitar Rp 260 triliun, dan turun menjadi Rp 240 triliun.Purbaya menilai efisiensi masih dapat dilakukan lebih jauh. Setelah berdiskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, Purbaya menyebut anggaran MBG berpeluang ditekan hingga di bawah Rp 200 triliun."MBG kan anggaran tahun ini awalnya Rp 330 triliun, terus dilakukan efisiensi menjadi Rp 260-an (triliun), terus menjadi Rp 240-an (triliun). Tapi saya bicara dengan ketua MBG yang baru, kepala badan MBG yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp 200-an (triliun)," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).Purbaya menambahkan, tahun depan pemerintah menganggarkan sekitar Rp 240 triliun untuk program tersebut. Meski begitu, Purbaya yakin anggaran tersebut juga masih dapat ditekan melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi."Tahun depan juga dianggarkan Rp 240, tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi," tutur Purbaya.Ia juga menyebut Kementerian Keuangan turut melakukan pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan secara efisien. Pegawai Kemenkeu di daerah akan mengawasi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG secara bergilir."Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," tutup Purbaya.






