Jakarta -
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan energi akibat ekspansi layanan digital. Upaya itu dilakukan melalui agenda keberlanjutan yang mencakup dekarbonisasi, efisiensi energi, energi terbarukan, hingga pengembangan infrastruktur digital ramah lingkungan.Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, mengatakan keberlanjutan kini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing."Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ungkap Gunawan dikutip dari detikINET, Rabu (2/9/2026).Adapun strategi tersebut dijalankan melalui agenda environmental, social, and governance (ESG) TelkomGroup yang dinamakan GoZero%. Salah satu pilarnya, Save Our Planet yang diarahkan untuk mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pengelolaan emisi, efisiensi energi, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan.Bagi Telkom, kebutuhan energi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan bisnis digital. Meningkatnya penggunaan layanan digital dan teknologi berbasis data turut mendorong kebutuhan energi, sehingga efisiensi operasional dan transisi energi menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.Salah satu langkah yang ditempuh adalah dekarbonisasi. TelkomGroup menetapkan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20% pada 2030 dibandingkan tahun dasar 2023.Perusahaan juga menempatkan efisiensi energi dan perubahan sumber listrik sebagai bagian penting dalam mencapai target tersebut. Pada 2025, total emisi GRK TelkomGroup tercatat sebesar 4.153.661,3 tCO₂e (market-based), dengan kontribusi Scope 1 sebesar 1%, Scope 2 sebesar 52%, dan Scope 3 sebesar 47%.Langkah berikutnya yang dilakukan oleh TelkomGroup yakni dengan mendorong penggunaan energi yang lebih bersih di sejumlah infrastruktur. TelkomGroup mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan Solar PV pada fasilitas operasional dan data center. Perusahaan menargetkan kapasitas Solar PV lebih dari 14 MWp pada 2030.Di sisi jaringan telekomunikasi, Telkom menerapkan solusi energi mandiri dan teknologi hybrid pada Base Transceiver Station (BTS), termasuk di lokasi yang rentan terhadap gangguan cuaca ekstrem.Sementara itu, data center menjadi salah satu fokus dalam strategi hijau Telkom. Pengelolaan data center membutuhkan energi besar seiring meningkatnya kebutuhan cloud computing, big data, dan teknologi berbasis artificial intelligence (AI).Karena itu, TelkomGroup memasukkan pengembangan green data center sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan. TelkomGroup juga menargetkan lebih dari 50% data center menggunakan energi terbarukan pada 2040.Lebih lanjut, target tersebut menjadi bagian dari arah transisi energi Telkom dalam jangka panjang. Dengan demikian, agenda hijau perusahaan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi aspek lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan infrastruktur digital dan mendukung pertumbuhan bisnis.Melalui dekarbonisasi, efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, penerapan BTS dengan teknologi energi mandiri, hingga pengembangan green data center, TelkomGroup berupaya membangun infrastruktur yang mampu menopang kebutuhan ekonomi digital sekaligus lebih efisien dalam penggunaan energi






