Jakarta -
Bendera-bendera berkibar di depan Katedral Katolik Magdeburg, ibu kota negara bagian Sachsen-Anhalt, salah satunya bertuliskan, "Kasihi sesamamu, berdialog, junjung martabat manusia, dan solidaritas. PILIH DENGAN SADAR!"Tak jauh dari sana, sebuah spanduk di gedung jemaat Katedral Protestan berbunyi, "Keberagaman adalah anugerah Tuhan." Gereja-gereja Protestan lain di wilayah tersebut juga memasang spanduk bertuliskan "Utamakan kasih, bukan kebencian."Selama berbulan-bulan, gereja-gereja di Sachsen-Anhalt telah berulang kali memperingatkan bahaya AfD, yang mendapat dukungan kuat di negara bagian tersebut.
Dalam sebuah khotbah pada acara ziarah September 2025, Uskup Magdeburg Gerhard Feige secara sepintas mengatakan bahwa para peziarah harapan tidak memberikan suara secara sembarangan atau "ke arah warna biru." Ucapannya disambut tepuk tangan panjang, biru sendiri merupakan warna khas Partai AfD.AfD kini unggul dalam jajak pendapat, menjelang pemilihan negara bagian pada 6 September. Kemungkinan partai tersebut membentuk pemerintahan sendiri juga semakin terbuka. Badan intelijen dalam negeri Jerman juga telah menetapkan cabang AfD Sachsen-Anhalt sebagai organisasi "ekstremis sayap kanan yang terkonfirmasi." Gereja bersuara menentang AfDSekitar 10% penduduk Sachsen-Anhalt beragama Protestan dan 3% Katolik. Hanya beberapa ribu warga yang menganut agama Islam atau Yahudi.Lebih dari 85% dari 2,1 juta penduduk negara bagian itu tidak berafiliasi dengan agama apa pun, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 47%. Meski demikian, gereja tetap berperan penting dalam membela demokrasi, dan sikap inilah yang tampaknya membuat AfD keberatan.Dalam program pemerintahannya yang disahkan pada April, AfD melancarkan kritik keras terhadap gereja Protestan maupun Katolik.Partai tersebut menyerukan penghentian seluruh pembayaran negara kepada gereja serta penghapusan pemungutan pajak gereja oleh pemerintah.AfD juga ingin gereja bertanggung jawab secara finansial dalam program 'suaka gereja', ketika pengungsi berlindung di lingkungan gereja karena khawatir mengalami persekusi jika dipulangkan ke negara asal.Akademi Protestan Sachsen-Anhalt juga dinilai tidak seharusnya lagi menerima dana negara. AfD menuduh lembaga tersebut melakukan "agitasi politik" terkait isu seperti perubahan iklim, ideologi gender, dan keberagaman seksual, serta mendukung "imigrasi massal tanpa kendali."Dari Perselisihan ke KonfrontasiKritik AfD di Sachsen-Anhalt jauh lebih keras dibandingkan yang biasanya disampaikan cabang AfD di negara bagian lain maupun pimpinan nasional partai.Masa ketika politisi AfD mengeluhkan tidak diundang ke kongres gereja atau pertemuan Katolik kini telah berlalu.Pada Februari 2024, Konferensi Waligereja Jerman secara bulat mengadopsi deklarasi berjudul "Nasionalisme Etnis dan Kekristenan Tidak Bisa Dipisahkan." Para uskup menyebut adanya pola pikir nasionalis-etnis di dalam AfD dan menyebutnya sebagai bentuk "ekstremisme sayap kanan yang nyata."Deklarasi itu muncul menjelang pemilihan umum di negara bagian timur Jerman, yakni Thüringen, Sachsen, dan Brandenburg. Pada September 2026, pemilihan akan digelar di Sachsen-Anhalt, Mecklenburg-Vorpommern, dan Berlin.Saat ini, ketegangan antara AfD dan gereja paling terasa di Sachsen-Anhalt. Bagi Uskup Feige, arah politik AfD saat ini "tanpa diragukan lagi" mencerminkan nasionalisme etnis."Selama ini semboyan Sachsen-Anhalt adalah 'Berpikir Modern'. AfD ingin menggantinya menjadi 'Berpikir Jerman'," kata Feige kepada DW.Ia menyinggung poster kampanye AfD seperti "Selamatkan negaramu", "Ambil kembali negaramu", dan "Deportasi sejak hari pertama." Menurutnya, slogan-slogan tersebut jelas menunjukkan nasionalisme etnis.Uskup berusia 74 tahun itu mengaku tidak pernah membayangkan begitu banyak orang kembali mudah terpengaruh oleh provokator politik.Ia juga menyoroti rencana AfD menghidupkan kembali upacara pengibaran bendera di sekolah, termasuk pengibaran bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan."Hal ini pernah ada pada era Nazi dan kemudian diterapkan di Jerman Timur. Sekarang mau dihidupkan kembali? Saya tidak bisa membayangkannya," katanya.Kedua gereja Kristen terbesar di Jerman menegaskan bahwa sikap mereka bukan ditujukan untuk menyerang partai tertentu, melainkan untuk mempertahankan cara pandang Kristen tentang martabat manusia.Uskup Gereja Protestan Jerman Tengah Friedrich Kramer mengatakan sikap gereja terkait perlindungan iklim, lingkungan, maupun perlakuan terhadap orang asing "bukan pesan politik, melainkan pesan Kristen" dan tidak seharusnya dianggap sebagai dukungan terhadap partai tertentu.Kebebasan beragama menurut AfDMenariknya, program pemerintah AfD tidak menyebut umat Yahudi maupun kehidupan komunitas Yahudi. Sebaliknya, Islam beberapa kali disebut.AfD menyatakan akan "mengembalikan kebebasan beragama ke batas yang semestinya." Partai itu juga menyebut Islam sebagai "agama yang asing bagi budaya kita."Menurut AfD, kebebasan beragama tidak berarti warga Jerman harus "memenuhi setiap tuntutan lobi Islam."Perwakilan asosiasi Yahudi di negara bagian tersebut, termasuk komunitas Yahudi Halle yang menjadi sasaran serangan ekstremis sayap kanan pada 2019, serta perwakilan komunitas masjid terbesar di Sachsen-Anhalt memilih tidak berkomentar ketika dimintai tanggapan.Program AfD juga menyebut adanya "misi Kristen" yang menurut partai tersebut sudah tidak lagi dijalankan oleh gereja yang menerima pajak gereja.Hal ini mengingatkan pada dukungan yang diterima Presiden AS Donald Trump dari kelompok evangelis dan Kristen konservatif di Amerika Serikat. Namun, kelompok keagamaan dengan karakter serupa relatif terbatas di Sachsen-Anhalt.Kenapa para Uskup waspadai kemenangan AfD?"Pemerintahan yang melibatkan AfD akan membawa konsekuensi yang menghancurkan," kata Uskup Kramer. Menurutnya, lembaga budaya dan kelompok masyarakat sipil kini turut bersatu untuk memperingatkan publik tentang bahaya AfD.Uskup Feige juga meminta masyarakat tidak "meremehkan" kemungkinan AfD memimpin pemerintahan. Ia menjelaskan, dalam kampanye pemilu, partai tersebut tampil dengan "gagasan-gagasan mesianis" dan slogan seperti "semuanya akan baik-baik saja" atau "apa pun mungkin terjadi."Kandidat utama AfD, Ulrich Siegmund, disebut tampil meyakinkan dan penuh semangat, sehingga sebagian orang mempertanyakan apa yang membuatnya terlihat "ekstremis sayap kanan atau berbahaya.""Namun, di belakangnya ada kekuatan yang patut dikhawatirkan," pungkas Feige. "Jika AfD membentuk pemerintahan satu partai di sini, bukan tidak mungkin Sachsen-Anhalt akan menjadi semacam proyek percontohan. Dari sinilah jalan menuju panggung politik nasional bisa terbuka."Artikel ini pertama kali ditulis dalam Bahasa Jerman Diadaptasi dari artikel Bahasa Inggris oleh Iryanda Mardanuz Editor:Lihat juga Video 'Tanpa Kuas! Seniman Jerman Christopher Lehmpfuhl Melukis dengan Jari':







