Jakarta -
Otoritas penanggulangan bencana mengungkapkan banjir bandang dahsyat di dekat perbatasan Nepal dan China telah menewaskan sedikitnya 939. Sementara jumlah orang hilang di negara tersebut turun menjadi 3.925 orang saat upaya penyelamatan memasuki hari keenam.Dilansir AFP, Senin (31/8/2026), media pemerintah China sebelumnya mengonfirmasi 16 orang tewas dan 546 orang hilang di Tibet, sehingga total korban secara keseluruhan mencapai 955 orang tewas dan 4.471 orang hilang.Daftar orang hilang di Nepal mencakup 592 warga negara asing. Namun, jumlah pekerja yang hilang di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air--yang diterjang langsung oleh derasnya arus banjir--turun menjadi 639 orang dari angka sebelumnya sebanyak 933 orang.
Badan penanggulangan bencana Nepal mencatat 3.333 warganya hilang dalam pembaruan data. Angka tersebut mencakup 1.158 orang hilang di distrik Nuwakot dan 865 orang lainnya yang belum diketahui keberadaannya di distrik Rasuwa.
Di antara mereka yang hilang terdapat 45 prajurit tentara Nepal, 38 petugas kepolisian, serta 18 petugas bea cukai dan imigrasi.Di India, pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh menyatakan telah menemukan 17 jenazah dari sungai-sungai yang mengalir dari Nepal; jenazah-jenazah tersebut diduga merupakan korban banjir.Pihak berwenang India sedang berupaya mengidentifikasi jenazah-jenazah tersebut, dan jumlah ini belum termasuk dalam data korban tewas yang telah dilaporkan.Lihat juga Video 'Kala Tim SAR Merangkak Tembus Lumpur, Evakuasi Korban Banjir Nepal':
















