Jakarta -

Pertumbuhan sektor pariwisata, hospitality, dan kuliner di Bali membuka peluang besar bagi perkembangan industri makanan dan minuman (F&B). Seiring meningkatnya aktivitas bisnis di sektor tersebut, kebutuhan terhadap bahan baku, teknologi, peralatan, hingga berbagai solusi pendukung industri F&B juga terus berkembang.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,91 persen. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur perekonomian Bali dengan kontribusi 21,91 persen. Secara tahunan, ekonomi Bali juga tumbuh 5,78 persen.Kondisi tersebut menjadi salah satu momentum yang mendorong Krista Exhibitions Group kembali menghadirkan Bali Interfood 2026. Pameran industri makanan dan minuman ini memasuki penyelenggaraan ke-7 dan akan berlangsung pada 2-4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali.

Bali Interfood 2026 menghadirkan berbagai kebutuhan industri makanan dan minuman, mulai dari bahan baku, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, horeca, jasa boga, peralatan pengolahan, hingga teknologi serta solusi pengemasan.Kehadiran berbagai produk dan teknologi tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk melihat perkembangan terbaru sekaligus menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.Selain Bali Interfood 2026, rangkaian pameran tahun ini juga menghadirkan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Kolaborasi berbagai pameran dalam satu lokasi diharapkan dapat memperluas peluang pertemuan antara produsen, distributor, buyer, hotel dan restoran, pelaku usaha kuliner, hingga penyedia teknologi.CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan, Bali Interfood 2026 menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, serta mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru industri makanan dan minuman."Bali memiliki potensi yang besar karena pariwisata, hotel, restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).Bali Interfood 2026 diikuti oleh 110 peserta, termasuk 35 UMKM, dengan target sebanyak 15.000 pengunjung. Peserta yang hadir berasal dari delapan negara, yaitu China, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Prancis.Kehadiran peserta internasional tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat berbagai produk serta perkembangan terbaru dari pasar global. Tidak hanya menghadirkan pameran produk dan teknologi, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai program edukasi, kompetisi, dan networking bagi pelaku industri.Salah satu program unggulan yang hadir adalah Gelato World Cup Indonesian Selection yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi serta mengikuti berbagai workshop gelato, seperti Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, hingga Gelato Workshop Blood Orange Sorbet.Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai sesi inspiratif, mulai dari Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista I Made Galih Kresnadana, hingga demo Mie Goreng Lada Hitam dan Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.Di area Business Matching Room, Bali Interfood 2026 menghadirkan berbagai program networking yang mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier serta exhibitor.Melalui program seperti Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali, Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations, pelaku usaha dapat memperluas peluang sourcing dan menjajaki kerja sama baru.Selain mempertemukan pelaku bisnis, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan program peningkatan kompetensi melalui Krista Training Center by IKABOGA. Program ini menyediakan Sertifikasi BNSP untuk berbagai bidang, seperti Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, hingga RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat).Sementara itu, IPBI Competition Area akan menghadirkan berbagai kompetisi dan workshop bagi profesional bidang kuliner dan hospitality, termasuk Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, Flower Table Decoration Workshop, serta panel diskusi bertajuk "Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better".Penyelenggaraan Bali Interfood 2026 turut didukung oleh berbagai kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, institusi pendidikan, serta organisasi profesi dan industri yang bergerak di sektor makanan, minuman, pariwisata, dan hospitality.Ajang ini mengundang pelaku bisnis, buyer dan importir, distributor, pelaku usaha hotel, restoran, kafe, catering (HORECA), retail modern maupun tradisional, franchise, produsen bahan baku, hingga investor yang ingin memperluas jaringan bisnis.Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui website resmi Bali Interfood 2026. Registrasi juga tersedia secara langsung selama penyelenggaraan acara. Tiket masuk dikenakan sebesar Rp100.000 dan berlaku untuk akses selama tiga hari pameran.Melalui penyelenggaraan Bali Interfood 2026, Krista Exhibitions berharap ajang ini dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri F&B dan hospitality untuk bertukar informasi, memperluas jaringan, serta membuka peluang kerja sama baru dalam mendukung pertumbuhan industri kuliner di Bali.