Washington DC -
Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, mengatakan akan mendorong negara-negara anggota G20 untuk meninjau kembali ketentuan perdagangan mereka dengan China.Peninjauan kembali itu, menurut Bessent, diperlukan guna mengurangi ketimpangan global dan untuk mendesak Beijing agar menyeimbangkan kembali perekonomiannya, beralih dari ketergantungan pada ekspor menuju konsumsi domestik.Dalam wawancara menjelang pertemuan para Menkeu G20, seperti dilansir Reuters, Senin (31/8/2026), Bessent mengatakan bahwa lonjakan ekspor dari China saat ini tidak dapat dipertahankan, meskipun posisi perdagangan langsung AS dengan China sedang "meningkat dengan pesat".
"Dunia tidak bisa membiarkan China memiliki surplus perdagangan sebesar US$ 1,2 triliun (setara Rp 21.292 triliun)," cetus Bessent dalam pernyataannya. "Di China, perekonomiannya sedang cukup lemah, dan mereka berusaha mengatasinya melalui ekspor, dan mereka perlu menyeimbangkan kembali perekonomian mereka," ucapnya.G20 merupakan forum internasional utama, beranggotakan 20 negara dengan perekonomian maju dan berkembang terbesar di dunia, untuk membahas isu-isu ekonomi dan keuangan global.Upaya Bessent untuk menggalang respons perdagangan terkoordinasi terhadap China ini, muncul di tengah hambatan hukum yang memaksa AS untuk menyusun ulang kebijakan tarifnya.Kebijakan tarif AS sebelumnya memang telah menurunkan impor dari China secara tajam, namun juga memicu lonjakan impor produk China di wilayah-wilayah lainnya, khususnya Eropa dan Amerika Latin.











