Jakarta -
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kembali berulah. Dia mengunggah video yang memperlihatkan kondisi buruk dari sel tahanan wanita Palestina di Israel.Dilansir AFP, Senin (31/8/2026), video itu diunggah Ben Gvir pada Minggu (30/8) usai ia mengunjungi para tahanan perempuan Palestina. Video itu menampilkan seorang perempuan berkerudung dengan wajah disamarkan yang mengatakan kondisi di penjara sangat buruk. Perempuan Palestina itu mengaku tidak mendapatkan hak apapun sebagai tahanan wanita."Kami sudah tiga hari tidak mandi dan tidak mengganti pakaian dalam," ujarnya di video.
Ben Gvir kemudian menanggapi dengan nada mengejek. Dia mengaku setuju seraya membandingkan perlaku tersebut dengan nasib para warga Israel yang ditaha oleh Hamas. Dia bahkan mengaku bangga karena melihat kondisi penjara bagi tahanan wanita Palestina dalam keadaan buruk."Para sandera kita tidak memiliki sampo dan tidak mengalami kondisi seperti itu. Saya bangga kita berhasil menurunkan standar kondisi penjara bagi para teroris hingga ke tingkat paling minimal. Masa-masa 'kamp musim panas' di penjara sudah berakhir," kata Ben Gvir.Ben Gvir sebelumnya pernah divonis bersalah atas berbagai pelanggaran termasuk rasisme. Dia memiliki rekam jejak tindakan dan pernyataan yang provokatif.Awal tahun ini, ia mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis asing dari sebuah armada kapal yang dicegat saat mencoba menembus blokade Gaza. Dia mengucapkan "selamat datang di Israel" ketika mereka dipaksa berlutut dengan tangan terborgol.Para aktivis melaporkan adanya kekerasan fisik, termasuk seorang aktivis asal Australia yang mengaku mengalami pelecehan seksual oleh aparat Israel. Israel membantah tuduhan tersebut.Baru-baru ini, Ben Gvir kembali menuai kecaman internasional setelah menyatakan bahwa Israel seharusnya membunuh 30 hingga 40 warga Palestina setiap malam di Gaza.Kementerian Urusan Tahanan Gaza di bawah pemerintahan Hamas menyatakan bahwa video Ben Gvir "mencerminkan betapa dalamnya tingkat kebejatan yang telah dicapai oleh rezim pendudukan tersebut".













