Jakarta -
Platform investasi Ajaib mengumumkan penerimaan investasi strategis senilai US$ 270 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings. Pendanaan dari raksasa keuangan asal Jepang ini tercatat menjadi angka terbesar yang diraih perusahaan teknologi Indonesia dalam kurun waktu empat tahun terakhir.Suntikan dana segar ini membuat total modal yang himpunan Ajaib menembus US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,9 triliun. Masuknya modal berskala besar ini menjadi sinyal positif kepercayaan dunia terhadap arah ekonomi digital Tanah Air. Perusahaan rintisan dalam negeri ini dinilai sukses membuktikan daya saingnya di panggung bisnis global.Diketahui, SBI didirikan oleh Yoshitaka Kitao, tokoh yang dikenal luas sebagai bapak industri keuangan digital Jepang. Sebelum SBI, Ajaib telah didukung deretan investor kelas dunia termasuk Horizons Ventures milik Li Ka-shing, yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia, serta DST Global dan Ribbit Capital, investor di balik Robinhood dan Coinbase.
Adapun sejak meluncur pada 2019, jutaan warga Indonesia telah memercayakan Ajaib sebagai sarana berinvestasi. Mayoritas pengguna aplikasi ini didominasi oleh kalangan investor pemula. Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Anderson Sumarli kembali mengenang memori masa-masa awal merintis platform ini."Nasabah pertama kami adalah mahasiswa yang beli saham satu lot demi satu lot. Sampai saat ini saya masih ingat betul rasanya deg-degan melihat portofolio investasi naik-turun meski hanya beberapa ribu rupiah," kata Anderson pada keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).Kini pengguna Ajaib telah tersebar luas hingga ke berbagai kota-kota lapis kedua dan ketiga. Anderson mendedikasikan keberhasilan raihan pendanaan fantastis ini untuk seluruh nasabah setianya."Hari ini, jutaan orang Indonesia menabung dan berinvestasi lewat Ajaib. Kalau ditanya investasi US$270 juta ini sebenarnya untuk siapa, jawabannya sederhana: untuk teman-teman yang setiap gajian menyisihkan sedikit demi sedikit untuk nabung saham dan kripto. Ini kepercayaan dunia kepada kalian, bukan cuma kepada kami," ungkapnya.Anderson turut menyoroti tingginya antusiasme komunitas saham dan kripto lokal dalam mempelajari literasi finansial. Pihaknya menilai semangat belajar masyarakat Indonesia sangat luar biasa di kancah global."Komunitas saham dan kripto di Indonesia itu luar biasa, mungkin yang paling semangat belajar di dunia," beber Anderson.Pasar saham domestik, Amerika Serikat, hingga aset kripto belakangan memang mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan. Kondisi ini menuntut kehati-hatian agar para pemula pantang terjebak tren sesaat atau FOMO."Pesan saya santai saja, cuan itu datang dari sabar, belajar, dan konsisten, bukan dari FOMO. Tugas kami memastikan begitu kalian siap mulai, semuanya aman, murah, dan gampang," terangnya.Ekonomi nasional tercatat konsisten tumbuh di kisaran lima persen setiap tahunnya. Anderson mempertanyakan pihak mana saja yang selama ini benar-benar bisa menikmati hasil pertumbuhan tersebut secara langsung."Ekonomi kita tumbuh sekitar lima persen setiap tahun. Pertanyaannya, siapa yang menikmati pertumbuhan itu?," ucap Anderson.Inovasi teknologi Ajaib dirancang guna mendistribusikan potensi pertumbuhan pasar modal nasional kepada seluruh lapisan masyarakat. Penguasaan edukasi finansial dinilai sangat krusial demi meratakan hasil pertumbuhan ekonomi tersebut."Menurut saya, pasar modal dan pasar aset digital adalah cara terbaik untuk mendistribusikan pertumbuhan ekonomi ke semua orang. Karena itu edukasi menjadi sangat penting, semakin banyak orang paham, semakin merata hasil pertumbuhan itu dirasakan," tegasnya.Pencapaian Ajaib ini turut mendapat apresiasi tinggi berkat iklim regulasi progresif dari pemerintah pusat. Pihak manajemen menyadari kesuksesan ini tidak diraih dengan mudah layaknya membalikkan telapak tangan."Jujur saja, perjalanan membangun usaha ini tidak mudah sama sekali, banyak jatuh-bangun yang tidak terlihat dari luar. Tapi berkat dukungan jutaan nasabah kami, hari ini kami bisa sampai di titik ini. Jadi pencapaian ini milik mereka juga," tuturnya.Dana investasi raksasa ini rencananya akan dialokasikan demi mengembangkan berbagai lini bisnis Ajaib di kawasan regional Asia Tenggara. Meski terus berekspansi, komitmen pembangunan ekosistem dalam negeri dipastikan tetap menjadi prioritas utama."Harapan kami, porsi terbesar dari investasi ini terus tertanam di Indonesia. Selama pemerintah dan regulator terus membuka ruang bagi inovasi, di sinilah komitmen kami akan terus tumbuh. Kami berkomitmen untuk terus membangun bersama Indonesia," pungkas Anderson.






