Jakarta -
Tiga orang tewas dan 558 orang lainnya masih hilang setelah tanah longsor di Tibet di perbatasan China dan Nepal, usai banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal.Media pemerintah China yang mengutip pejabat-pejabat setempat, melaporkan bahwa dari ratusan orang yang hilang di Tibet tersebut, 260 orang di antaranya adalah warga negara asing.Lebih dari seribu petugas penyelamat, yang dilengkapi dengan anjing dan drone, mencari korban selamat setelah lumpur dan puing-puing menyapu bangunan di sisi perbatasan China pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat.
"558 orang masih hilang (dan) di antara mereka, 260 orang adalah warga negara asing," lapor stasiun televisi pemerintah China, CCTV, mengutip pernyataan pejabat setempat dalam konferensi pers di Tibet, dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/8/2026).Operasi penyelamatan menghadapi berbagai tantangan, termasuk "ketidakstabilan danau waduk di hulu" dan "jalan pegunungan yang sempit," kata Li Qipu, anggota kepolisian China, kepada CCTV.Kendaraan besar dan alat berat saat ini tidak dapat mencapai zona bencana utama, meskipun jalan-jalan di sekitarnya tetap terbuka, menurut stasiun televisi tersebut.Pihak berwenang telah mengirimkan hampir 800 orang dan lebih dari 150 kendaraan ke daerah perbatasan, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.Dinas pemadam kebakaran telah mengerahkan 431 personel, yang bekerja dengan anjing pelacak, pemindai pendeteksi kehidupan, dan perahu kecil, lapor Xinhua.
















