Jakarta -
Pihak keluarga mengatakan kematian bapak, ibu, dan anak karena perkara Iphone di Maharashtra, India, hanyalah rumor. Pihak keluarga mengatakan narasi yang beredar di media sosial (medsos) salah.Dilansir media lokal India, NDTV, Rabu (26/8/2026), Kunal Chandgude, seorang pemuda berusia 18 tahun, membeli iPhone dengan skema cicilan, namun ketika ia tidak mampu membayar angsuran bulanannya, ia meminta bantuan orang tuanya.Hal ini disebut menjadi awal mula perselisihan keluarga yang berujung pada kematian satu keluarga yang terdiri dari tiga orang di Chhatrapati Sambhajinagar, Maharashtra, pada tanggal 21 Agustus. Karena ketakutan melihat rentetan kejadian tersebut, ibunya, Sangita, turut melompat dari tebing. Namun, masalah cicilan iPhone tersebut mungkin bukanlah satu-satunya pemicu.
Saudara perempuan Sangita, Pallavi Patil, menyebut narasi soal iPhone itu sebagai rumor dan menyatakan bahwa orang-orang yang menyebarkan cerita semacam itu tidak tahu apa-apa.Patil sedang dalam perjalanan pulang setelah mengambil abu jenazah saudara perempuan, keponakan, dan kakak iparnya, Murlidhar, saat merekam sebuah pesan video untuk mengungkapkan kondisi yang sedang dialami keluarganya. "Sangita Chandgude, Kunal Chandgude, dan Murlidhar Chandgude... mereka tak lain adalah... kakak perempuan saya, anak laki-laki kakak saya, dan kakak ipar saya. Hanya kami yang tahu bagaimana kondisi kami setelah kehilangan mereka bertiga hari ini," ujarnya.Menanggapi klaim bahwa Kunal menyebabkan kematian orang tuanya akibat masalah cicilan iPhone, Patil meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan rumor."Hal-hal yang kalian katakan itu menimbulkan rasa sakit yang luar biasa bagi kami," tambahnya.Patil mengatakan bahwa linimasa media sosialnya dipenuhi dengan video-video yang menyebarkan narasi keliru seputar kematian keluarganya."Kalian telah menyampaikan pendapat melalui video-video ini, padahal kalian tidak tahu apa-apa. Kalian tidak mengenal kami, dan kalian tidak tahu kebenaran di balik semua ini. Namun, kalian terus menyebarkan narasi yang salah. Sadarkah kalian betapa besarnya rasa sakit yang ditimbulkan video-video ini bagi orang tua saya?" tanyanya.Patil mengungkapkan bahwa Sangita adalah anak sulung dari empat bersaudara. Ia mengimbau masyarakat untuk memikirkan keluarga yang ditinggalkan sebelum membuat video apa pun."Kami sedang tidak dalam kondisi mental yang mampu memikirkan cara untuk melangkah maju atau bagaimana harus tetap tegar... kami tidak sanggup menghadapinya. Sebelum mengatakan apa pun, ingatlah, orang tua saya sudah berusia 75 tahun, dan mereka tidak akan sanggup menanggung guncangan akibat kata-kata seperti itu," pintanya dengan tangan terkatup.













