Jakarta -
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka jalan hingga membangun jembatan bailey di wilayah terdampak bencana gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah sudah membuka kembali akses jalan untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan."Jadi mulai hari pertama itu, sesuai dengan bimbingan Kepala BNPB kami buka semua jalan nasional," kata Dody saat rapat koordinasi penanganan bencana gempa Flore, di Kabupaten Nagekeo, bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (26/8/2026).
Kementerian PU juga menyiagakan beberapa alat berat di sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan longsor. Sebab gempa susulan masih terjadi dan berpotensi menyebabkan longsor."Jadi titik-titik yang memang selama ini itu kita tandai sebagai titik-titik yang rawan longsor, kita tetap tempatkan ekskavator, sehingga begitu ada longsor kita langsung pinggirkan semua longsor-longsornya sehingga transportasi manusia tidak terganggu," papar Dody.Selanjutnya, ada dua jembatan penting yang terdampak gempa di wilayah Manggarai. Jembatan-jembatan ini sempat goyang dan perlu perbaikan besar, pihaknya mengakali masalah itu dengan membangun jembatan bailey untuk tetap memberikan konektivitas bagi masyarakat.Jembatan tersebut menurutnya menjadi jalur penting yang menghubungkan antara Pelabuhan Reo ke arah Ruteng dan Ende. Dirinya pun langsung diwanti-wanti oleh BNPB dan Kemenko PMK agar jembatan ini menjadi prioritas pengerjaan."Jembatan ini harus diutamakan karena transportasi BBM itu lewat sini, Pak. Makanya kemudian kita kerja siang malam. Hari kedua alhamdulillah jembatan sudah bisa fungsional, Pak. Memang yang harus lewat satu per satu, Pak," lapor Dody."Karena jembatannya pada saat sampai detik ini pun masih belum terlalu fungsional tapi kita sudah coba tes sampai dengan BBM 20 ton, alhamdulillah masih bisa, tidak goyang lagi Pak jembatan ini," lanjutnya.Selain pemulihan konektivitas, Kementerian PU juga menangani gangguan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah terdampak. Sebagian sumber air mengalami penurunan akibat longsoran yang memengaruhi kondisi sungai.Verifikasi dan perbaikan dilakukan secara bertahap, sementara kebutuhan mendesak masyarakat dipenuhi melalui pengiriman hidran umum, mobil tangki air, dan toilet portabel.







