Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp). Prabowo meminta agar proyek tersebut dapat selesai dalam kurun waktu tiga tahun.Permintaan itu disampaikan langsung oleh Prabowo di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Danantara, PLN hingga Pertamina. Ia pun menanyakan kesiapan para jajarannya untuk menyanggupi target waktu yang dipatok, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia."Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun. Menteri ESDM, bisa dalam 3 tahun?" ujar Prabowo dalam acara Luncurkan Program PLTS 100 GWp dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2026).

"Siap!" sahut Bahlil.Tidak berhenti di situ, Presiden juga meminta komitmen penuh dari CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk mengawal megaproyek ini tanpa keraguan.Menurut Prabowo, proyek ini merupakan langkah nyata agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat di atas kaki sendiri. Pembangunan 100 GW PLTS diyakini mampu memperkuat ketahanan nasional."Kita buktikan lagi, ya. Nanti 3 tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti, ya!" jelas Prabowo.Prabowo pun menjanjikan akan memberikan tanda kehormatan jika target tersebut dapat tercapai kurang dari 3 tahun. Hal ini berkaca berdasarkan rekam jejak keberhasilan program strategis sebelumnya, seperti swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target awal."Dulu swasembada pangan saya beri target 4 tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil 1 tahun. Berarti kalau saya kasih target 3 tahun untuk tim energi, ya. Nggak lah, udah 2 tahun lah, ya kan. Kalau berhasil 2 tahun tim energi, dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan," beber Prabowo.Total keseluruhan dari proyek PLTS 100 GWp ini membutuhkan investasi sebesar US$ 73 miliar atau setara Rp 1.140 triliun. Dari proyek tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut dapat menekan anggaran subsidi hingga Rp 73,9 triliun per tahun."Total investasinya, Bapak Presiden, dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar 73 miliar US dollar atau setara dengan Rp 1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun," ujar Bahlil.Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada tahap awal berfokus pada 14 PLTS yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau dengan kapasitas 5,3 GWp. Berikut rinciannya:Rincian PLTSPLTS Siap Tender1. PLTS Purwakarta (lahan Bank Tanah) kapasitas 69 Megawatt peak (MWp)2. PLTS Terapung Jatiluhur 1.688 MWp3. PLTS Terapung Cirata 1.250 MWp4. PLTS Terapung Jatigede 636 MWp5. PLRS Madura 605 MWp6. PLTS Gilimanuk 300 MWp dan PLTS Buleleng 118 MWpPLTS Groundbreaking1. PLTS Banyuwangi 130,2 MWp2. PLTS Pasuruan 132 MWp3. PLTS Terapung Gajah Mungkur 134,2 MWpPLTS Konstruksi1. PLTS Terapung Karangkates 133 MWp 2. PLTS Terapung Saguling 92 MWp3. PLTS Tembesi 46 MWp4. PLTS Desa Sembur 0,92 MWp5. PLTS Pulau Rengit: 0,078 MWp