Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akan menawarkan perusahaan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer) untuk terlibat dalam pembangunan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Setidaknya ada 7 PLTS yang siap untuk melalui proses tender."Tim yang akan melakukan tender nantinya sesuai dengan arah Pak Presiden kami laporkan bahwa ini yang pertama adalah kita dorong IPP," ujar Bahlil dalam acara Luncurkan Program PLTS 100 GWp dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2026).Bahlil menjelaskan proyek PLTS akan diberikan ke IPP apabila mereka menawarkan dengan harga kompetitif. Namun, jika sebaliknya atau bahkan tidak ada yang berminat, Bahlil menyebut pemerintah melalui Danantara akan mengambil alih.

"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP. Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif dan terjangkau," beber Bahlil.Pengerjaan PLTS 100 GWp ini akan dikebut secara masif dan dibagi dalam kerangka waktu tiga tahun ke depan. Pada tahap awal, pemerintah meluncurkan serta melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking sebanyak 14 PLTS yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau dengan kapasitas 5,3 GWp."Dan untuk di hari yang kita laksanakan ini adalah kita groundbreaking 5,3 gigawatt dan untuk di Bali adalah 1.000 megawatt plus baterai," tambah Bahlil.Berikut ketujuh PLTS yang siap tender:1. PLTS Purwakarta (lahan Bank Tanah) kapasitas 69 Megawatt peak (MWp)2. PLTS Terapung Jatiluhur 1.688 MWp3. PLTS Terapung Cirata 1.250 MWp4. PLTS Terapung Jatigede 636 MWp5. PLRS Madura 605 MWp6. PLTS Gilimanuk 300 MWp7. PLTS Buleleng 118 MWp