JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 11.925 rumah warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak akibat bencana gempa berdasarkan data per 19 Agustus 2026.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, data tersebut perlu dibedakan berdasarkan tingkat kerusakan ringan, sedang, dan berat.

Baca juga: Seluruh Sistem Penyediaan Air Minum NTT Rusak, Pemerintah Mobilisasi TangkiData yang akurat diperlukan agar penanganan rumah terdampak dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat.

"Terkait bencana di NTT kami jajaran Kementerian PKP turut berdukacita dan siap mensupport NTT untuk penanganan yang cepat dan tepat terkait rumah yang terdampak," ujar Maruarar, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (21/08/2026).

Krisis Air Bersih