Jakarta -

Kementerian Koperasi (Kemenkop) hari ini menggelar ajang Koperasi Awards 2026. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan penghargaan ini diberikan kepada sejumlah tokoh bangsa yang konsisten mempertahankan dan memperjuangkan Pasal 33 UUD 1945 demi kemajuan ekonomi kerakyatan."Acara hari ini memang Kementerian Koperasi memberikan penghargaan kepada tokoh, siapa pun yang selama ini membantu koperasi, termasuk juga Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry saat ditemui usai acara di St Regis, Jakarta, Kamis (20/8/2026).Ferry merincikan, apresiasi tersebut diserahkan kepada berbagai lini kepemimpinan dan instansi, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun yang tak kalah istimewa, Kemenkop juga menganugerahkan penghargaan khusus Kategori Anugerah Amerta Bakti kepada empat tokoh senior pejuang ekonomi kerakyatan.Keempat tokoh senior tersebut adalah Mubyarto, Sri Edi Swasono, Dawam Rahardjo, serta Adi Sasono. Menurut Ferry, keempatnya tersebut menjadi tokoh yang mempertahankan pasal 33 UUD 1945."Mereka-mereka adalah salah satu tokoh-tokoh yang selama ini mempertahankan, pasal 33 enggak berubah. Dan mereka juga adalah para pegiat koperasi yang banyak andilnya dalam perkoperasian di Indonesia," beber ia.Acara Koperasi Awards 2026 ini terasa semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh ketiga putri dari Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta. Ferry merasa terhormat atas kehadiran keluarga besar Bung Hatta dalam gelaran nasional tersebut."Jadi, dan kebetulan acara ini dihadiri langsung oleh ketiga putri Bung Hatta, dan kami merasa mendapatkan kehormatan atas kehadiran ketiga putri dari Bung Hatta itu. Semoga harapannya cita-cita besar dari Bung Hatta, Bapak Koperasi ini, bisa dilanjutkan oleh generasi kita dan juga untuk generasi yang mendatang," bebernya.Sementara itu, salah satu penerima penghargaan Anugerah Amerta Bakti, Sri Edi Swasono, mengungkapkan rasa bahagianya atas penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Koperasi. Ia membeberkan alasan tersendiri mengapa dirinya bersedia menerima penghargaan kali ini.Ia mengungkapkan bahwa tiga tahun lalu sempat menolak penghargaan Lifetime Achievement Award dari gerakan koperasi karena menilai koperasi saat itu belum terintegrasi secara utuh ke dalam perekonomian nasional."Lifetime achievement award, saya tolak karena koperasi belum terintegrasi secara nasional dengan perekonomian nasional. Jadi, koperasi masih kelihatan nyempil terpisah sendiri, belum terintegrasi dengan perekonomian nasional. Undang-undang Dasar kita, demokrasi ekonomi, pasal 33, mengatakan bahwa koperasi adalah bangun usaha yang sesuai dengan itu, artinya yang sesuai dengan makna demokrasi ekonomi," ujarnya.Kini ia optimistis di bawah kepemimpinan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, wadah koperasi dapat kembali pada marwahnya dan terintegrasi secara sinergis bersama BUMN dan sektor swasta demi mewujudkan demokrasi ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945."Sekarang kita melihat bahwa koperasi selalu dipinggirkan, dan kerjasama itu belum terjadi. Maka, saya datang ke sini karena saya yakin Bapak Ferry akan bisa menjadikan koperasi terintegrasi menjadi perekonomian nasional," imbuh ia.Sebagai informasi, daftar penerima penghargaan kategori Koperasi Anugerah Amerta Bakti dalam Koperasi Awards:1. Prof. Dr. Dawam Raharjo, S.E.2. Adi Sasono3. Prof. Dr. Mubyarto4. Prof. Dr. Sri Edi SwasonoTentang Koperasi Awards 2026Pada penyelenggaraan Koperasi Awards 2026, terdapat lima kategori penghargaan yang diberikan kepada sosok-sosok dengan kontribusi berbeda terhadap gerakan koperasi, di antaranya:1. Bakti Koperasi Makarti Guna Swasembada2. Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha3. Bakti Koperasi Nayaka Mahambara4. Bakti Koperasi Pradana Nayaka5. Anugerah Amerta BaktiAjang ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada berbagai sosok yang selama ini mengambil peran aktif dalam pembinaan, pengembangan, dan penguatan koperasi sebagai bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan.Berbicara tentang koperasi di Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok Mohammad Hatta (Bung Hatta). Wakil Presiden pertama RI tersebut dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia berkat gagasannya dalam menempatkan koperasi sebagai salah satu fondasi ekonomi kerakyatan.Bagi Bung Hatta, koperasi bukan sekadar badan usaha. Koperasi juga menjadi wadah untuk membangun perekonomian berdasarkan semangat kebersamaan dan gotong royong.Pemikiran tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan gerakan koperasi di Indonesia hingga saat ini. Salah satunya melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).Selain KDKMP, Koperasi Awards 2026 juga memberikan spirit koperasi. Ajang ini memberikan panggung bagi mereka yang ikut berkontribusi dalam mengembangkan koperasi di berbagai wilayah di Indonesia.Koperasi Awards 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia bersama Detikcom yang didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, LPDB Koperasi, PT Pertamina Parta Niaga, ID FOOD, PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero) dan BPJS Kesehatan.