Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sejumlah capaian positif dari program Campuspreneur sepanjang Semester I 2026. Program ini sukses memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan tinggi hingga berhasil melepas ekspor perdana produk UMKM binaan kampus.Pada triwulan pertama, pemerintah fokus membangun fondasi kerja sama lewat berbagai kesepakatan dan rencana aksi implementasi dengan kampus mitra. Langkah strategis ini kemudian diperkuat pada triwulan kedua lewat peluncuran resmi serta pameran kewirausahaan. Rangkaian kegiatan tersebut membuktikan komitmen penuh pemerintah dalam mencetak wirausaha muda berdaya saing global dari lingkungan akademik.Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) menyampaikan rangkaian kegiatan tersebut membuktikan komitmen penuh pemerintah. Pihaknya terus menjalin sinergi dengan berbagai kampus di Indonesia guna memastikan kesuksesan program pencetakan wirausahawan berdaya saing global dari lingkungan akademik.

"Selama Semester I 2026, kami melihat Campuspreneur berkembang ke arah yang baik. Untuk memastikan program ini sukses, Kemendag menjalin sinergi dengan berbagai kampus di Indonesia guna mencetak wirausahawan dari kampus. Berbagai kegiatan yang terlaksana menunjukkan besarnya potensi perguruan tinggi dalam mencetak produk maupun wirausaha yang siap menjajaki pasar lokal hingga global," ujar Busan pada keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).Program Campuspreneur resmi diluncurkan pada 2 April 2026 di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai bagian dari kampanye "Dari Lokal untuk Global". Bersamaan dengan momen tersebut, pameran Campuspreneur Expo turut digelar dengan melibatkan mahasiswa, alumni, dan pelaku UMKM dari 18 kampus. Program ini memang dirancang khusus untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang terhubung dengan akses pasar domestik maupun internasional.Dalam upaya menembus pasar lokal, pemerintah menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Kolaborasi ini ditujukan untuk melakukan kurasi ketat terhadap produk-produk besutan mahasiswa agar sesuai dengan standar ritel modern. Para wirausahawan kampus mendapatkan bimbingan teknis mengenai kualitas produk hingga desain kemasan.Hasil kurasi ini langsung menunjukkan sinyal positif lewat penandatanganan 23 Letter of Intent (LoI) bersama jaringan ritel modern. Rinciannya terdiri atas 15 LoI yang disepakati di UNS dan delapan kesepakatan di IPB University. Demi memperluas peluang ke pasar global, sesi presentasi bisnis atau pitching bersama para perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri juga difasilitasi secara khusus.Melalui sesi pitching tersebut, peserta memperoleh informasi market intelligence terkait potensi negara tujuan ekspor secara komprehensif. Berbagai sesi diskusi panel dan coaching clinic juga digelar langsung dengan metode jemput bola di kampus-kampus mitra. Edukasi terkait perizinan usaha, penguatan merek, hingga pemasaran digital diberikan demi memperkuat kapasitas peserta.Salah satu capaian terbesar program ini adalah pelepasan ekspor perdana produk pinang binaan IPB University senilai Rp2,2 miliar ke Bangladesh dan Maladewa pada pertengahan tahun ini."Capaian tersebut mendukung Campuspreneur untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda sekaligus menghasilkan transaksi ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional," pungkas Busan.