JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menyebut sebenarnya sudah banyak produsen motor listrik di Indonesia yang mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen.

Angka tersebut merupakan syarat yang ditetapkan pemerintah pada 2024 bagi produsen yang ingin produknya mendapat insentif potongan harga sebesar Rp 7 juta per unit.Pernyataan ini disampaikan Budi menanggapi klaim CEO Danantara Rosan Roeslani yang menyebut lebih kurang ada 10 perusahaan nasional yang memenuhi kriteria TKDN saat peluncuran Program Motor Listrik Nasional (Molinas).

Baca juga: Pengamat Soroti Pajak Agar Harga Motor Listrik Nasional Tak Mahal

KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Exotic Sprinter AT jadi motor listrik termurah di GIIAS dengan banderol Rp 9,9 juta.

"Kalau TKDN yang sudah mencapai 40 persen itu banyak, karena tahun 2024 yang TKDN 40 persen untuk dapat subsidi juga banyak," kata Budi kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2026).