Penulis: Martina Schwikowski/DW Indonesia
ASMARA, KOMPAS.com - Di kawasan Tanduk Afrika, kepentingan geopolitik berbagai aktor dunia terus memicu ketegangan dan konflik akibat persaingan pengaruh politik.Di tengah perebutan itu, negara seperti Eritrea tampaknya semakin memegang peranan penting. Negara otokratis yang dijalankan oleh penguasa lama Isaias Afewerki ini mengendalikan titik-titik pesisir strategis di Laut Merah, terutama pelabuhan Assab dan Massawa.
Pada Juli 2026, serangkaian konsultasi diplomatik di Kairo yang melibatkan kekuatan regional seperti Mesir, Somalia, Eritrea, dan utusan tinggi Amerika Serikat (AS) menyoroti peran Eritrea yang semakin besar.
Baca juga: Kapal India Ditembak Proyektil Misterius hingga Karam di Laut Merah
Eritrea dinilai mampu membantu mengoordinasikan pendekatan untuk menyelesaikan tantangan keamanan yang serius di Tanduk Afrika dan Laut Merah, serta memfasilitasi perdagangan.






