Jakarta -
PT Pegadaian (Persero) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Kolaborasi itu melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Pemberdayaan Ekonomi Terintegrasi dengan tema "Kolaborasi Strategis Kadin dan Pegadaian untuk MengEMASkan Indonesia"."Kadin ada di seluruh Indonesia, Pegadaian pun hadir di seluruh Indonesia. Sinergi ini sangat pas untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian di lingkungan dunia usaha. Melalui aplikasi Tring by Pegadaian, seluruh masyarakat dan anggota Kadin dapat mengelola urusan emas secara mudah, cepat, dan praktis dari mana saja," ungkap Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).Kerja sama ini memperluas akses layanan keuangan berbasis emas bagi dunia usaha hingga masyarakat luas. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, bersama Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan di Ballroom Pegadaian Tower, Jakarta, pada Rabu (12/8).
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku usaha, mulai dari skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga korporasi. Serta masyarakat umum untuk memanfaatkan produk dan layanan keuangan berbasis emas. Layanan keuangan berbasis emas ini disiapkan sebagai instrumen simpanan, investasi, sekaligus alternatif pendanaan usaha yang stabil.Damar menambahkan bahwa Pegadaian terus memperkuat ekosistem emasnya dari hulu ke hilir. Selain transformasi digital melalui aplikasi Tring yang ramah bagi seluruh kelompok usia, Pegadaian juga terus memperluas jaringan fisik layanan transaksi emas, salah satunya melalui penyediaan 20 unit ATM Emas yang saat ini telah beroperasi di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Pegadaian dalam membangun ekosistem emas nasional. Menurut Anin, kolaborasi ini membuka peluang besar bagi dunia usaha untuk memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai yang relatif tahan terhadap inflasi dan fluktuasi mata uang."Ini adalah kerja sama strategis, paling tidak dari sisi saving atau simpanan untuk perusahaan maupun individu, sekaligus cara yang baik untuk pendanaan ke depannya. Kebutuhan kita sebagai negara sangat besar, dan salah satu kunci keberhasilan Indonesia untuk keluar dari middle income trap adalah dengan menabung. Tabungan yang paling bagus adalah menabung emas," ujar Anin.Anin juga sempat mencoba langsung fasilitas ATM Emas Pegadaian yang tersedia di area Pegadaian Tower. Ia mengagumi kemudahan fisik pencairan emas dari saldo digital yang dimiliki nasabah."Saya tadi mencoba sendiri di ATM Emas. Benar-benar kalau punya tabungan, kita bisa menarik fisik emasnya sendiri secara langsung. Ini memberikan kenyamanan dan kepastian bagi masyarakat. Kami di Kadin sangat mendukung semangat 'Mencapai Indonesia Emas dengan Emas' ini," lanjut Anin.Melalui Nota Kesepahaman ini, Pegadaian dan Kadin Indonesia menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama yang komprehensif, salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan UMKM dan para pelaku usaha melalui program pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kapabilitas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, hingga membantu para pelaku usaha untuk naik kelas.Kemudian penyediaan produk & layanan keuangan, dengan penyaluran produk pembiayaan, investasi, dan tabungan emas Pegadaian bagi karyawan, perusahaan anggota, hingga ekosistem supplier di bawah naungan Kadin Indonesia. Hal ini juga didukung dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui pelaksanaan program pelatihan, pendampingan bisnis, serta peningkatan literasi keuangan berbasis emas bagi anggota Kadin dan masyarakat binaan, serta sinergi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan keberlanjutan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.Melalui kemitraan strategis ini, Pegadaian dan Kadin Indonesia optimistis dapat memperkokoh ketahanan ekonomi serta memperluas inklusi keuangan di tanah air. Kolaborasi ini juga ditujukan untuk mendorong dunia usaha di Indonesia agar semakin berdaya saing global, sejalan dengan visi pencapaian Indonesia Emas 2045.Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi Kadin Indonesia, di antaranya Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang OKP Erwin Aksa, WKUK Bidang Hukum dan HAM M. Azis Syamsuddin, WKU Bidang Organisasi Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, WKU Bidang Pemberdayaan Daerah yang juga Komisaris Independen PT Pegadaian (Persero) Kukrit Suryo Wicaksono, WKU Wilayah Jawa 1 Agung Suryamal Sutisna, serta WKU Wilayah Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara Amirullah Abas.






