SARAWAK, KOMPAS.com - Sebanyak 108 sekolah di Divisi Serian, Sarawak, Malaysia, ditutup sementara setelah kualitas udara di wilayah tersebut memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat.
Penutupan dilakukan setelah Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollutant Index (API) di Serian mencapai 202 dan Tebedu 212, menurut laporan Malay Mail, Rabu (12/8/2026).Kondisi ini juga terjadi salah satunya karena ribuan titik kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di Kalimantan, Indonesia.
Baca juga: Malaysia Terdampak Kabut Asap dari Kalimantan, Sarawak Terparah
Wakil Perdana Menteri Sarawak sekaligus Ketua Komite Pengelolaan Bencana Negara Bagian (SDMC), Datuk Amar Douglas Uggah Embas, mengatakan penutupan sekolah dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa serta personel sekolah.
Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dari rumah melalui skema Teaching and Learning from Home (PdPR). Kebijakan tersebut diterapkan agar proses pembelajaran siswa tetap berjalan meski aktivitas di sekolah dihentikan sementara.










