Jakarta -
Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat tidak mengubah perilakunya dan menerima syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang baru diangkat, Mohsen Rezaei.Komentarnya merupakan indikasi terkuat sejauh ini, bahwa kesepakatan apa pun dalam pembicaraan dengan Oman mengenai selat tersebut tidak akan segera membukanya kembali untuk pelayaran, jika AS juga tidak mematuhi komitmennya dalam nota kesepahaman antara Washington dan Teheran pada bulan Juni lalu."Selama Amerika tidak mengubah perilakunya dan tidak menerima syarat-syarat Iran, Selat Hormuz tidak akan dibuka," tegas Rezaei, sekutu dekat Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, seperti dikutip oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.
"Amerika harus mengakhiri perang, membayar aset Iran yang dibekukan, perang harus berakhir di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon dan Gaza," katanya, dilansir Al Arabiya, Rabu (12/8/2026). "Jika kesepakatan tercapai antara Iran dan Oman mengenai rute transit melalui Selat Hormuz, kesepakatan ini akan menjadi masalah terpisah dari penutupan Selat Hormuz," imbuhnya.Trump Menuntut KompensasiRezaei, yang diangkat pada hari Minggu lalu sebagai wakil komandan badan yang mengoordinasikan keamanan dan kebijakan luar negeri Iran tersebut, mengatakan bahwa syarat-syarat itu telah disampaikan kepada AS melalui mediator.









