KOMPAS.com - Koalisi yang beranggotakan 41 negara telah menyerukan kepada negara-negara bersenjata nuklir untuk mematuhi protokol pemberitahuan terlebih dahulu sebelum uji coba rudal balistik jarak jauh.
Dalam pernyataan bersama di Konferensi Perlucutan Senjata di Geneva pada Selasa (11/8/2026), koalisi tersebut memperingatkan bahwa uji coba tanpa pemberitahuan yang memadai sangat mengancam stabilitas dan keamanan maritim global.Pernyataan bersama yang dirilis Misi AS untuk Organisasi Internasional tersebut menyoroti pentingnya keterbukaan dan kepatuhan terhadap Kode Etik Den Haag Melawan Proliferasi Rudal Balistik (HCOC).
"Melakukan uji coba rudal balistik berkemampuan nuklir tanpa pemberitahuan dan detail yang memadai sebelumnya adalah berbahaya dan mengganggu perdamaian dan keamanan negara-negara terkait yang berada di dekat lokasi uji coba tersebut," demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu.
Baca juga: Pesawat Buatan China Mengudara, Siap Tantang Dominasi Boeing dan Airbus
Sorotan uji coba peluncuran rudal China













