BEIJING, KOMPAS.com - Pada usia 37 tahun, Wang Zhuang masih lajang dan hampir menyerah dalam menemukan istri. Namun, secercah harapan timbul setelah dia melihat iklan biro jodoh yang mengilap.
Iklan itu menjanjikan bahwa dirinya tidak perlu membuang waktu bertahun-tahun membangun hubungan yang tidak memiliki masa depan.Biro jodoh tersebut menawarkan untuk memperkenalkan pria lajang seperti dirinya kepada perempuan yang lembut dan setia.
Baca juga: Helikopter Pembawa Pengantin Jatuh, Mempelai Pria Tewas
"Para mak comblang mengatakan bahwa perempuan dari Guizhou hidup hemat," kata Wang.
"Biro jodoh itu memberi tahu saya bahwa perempuan-perempuan ini pandai mengurus rumah tangga, mampu melakukan pekerjaan rumah, dan keluarga mereka sangat miskin. Sehingga setelah menikah, mereka akan menetap dan menjalani kehidupan bersama Anda," lanjutnya.








