Kyiv -

Rusia dituduh menggunakan sejumlah rudal balistik buatan Korea Utara (Korut), sekutunya, dalam serangan udara terbaru terhadap Ukraina. Gempuran terbaru Moskow terhadap Kyiv dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan orang lainnya dalam semalam.Tuduhan ini, seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2026), muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan -- tanpa menyertakan bukti -- bahwa Moskow telah menerima lebih banyak proyektil balistik dan pasukan dari Pyongyang.Rusia beralih ke Korut untuk mendapatkan dukungan selama invasi militernya terhadap Ukraina berlangsung empat setengah tahun terakhir.

Pada awal-awal perang, Pyongyang mengirimkan ribuan tentaranya untuk membantu pasukan Moskow memukul mundur serangan balik Kyiv di wilayah Kursk, bagian barat Rusia. Intelijen Barat bersama intelijen Ukraina dan Korea Selatan (Korsel) telah sejak lama menuduh Korut memasok senjata ke Rusia. Zelensky, dalam pernyataannya, menyebut kota Zaporizhzhia di sebelah tenggara Ukraina menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat rentetan serangan udara Rusia semalam. Sedikitnya enam orang tewas dan 19 orang lainnya luka-luka di wilayah tersebut."Kota tersebut dihantam oleh rudal-rudal balistik Korea Utara, rudal Zircon dan bom udara berpemandu. Ini merupakan serangan keji yang dirancang untuk memicu kerusakan maksimum, khususnya terhadap infrastruktur sipil," kata Zelensky.Tiga orang lainnya, menurut keterangan pemerintah militer setempat, tewas akibat serangan rudal dan drone Rusia yang menghantam wilayah Dnipropetrovsk.Di area Kyiv, ibu kota Ukraina, Zelensky mengatakan bahwa sebuah rumah sakit penyakit menular terkena serangan. Sedangkan serangan di kota-kota garis depan pertempuran seperti Kherson dan Kharkiv menyebabkan pemadaman listrik.