QUEZON CITY, KOMPAS.com - Wakil Presiden Filipina Sara Duterte-Carpio resmi menghadapi tuntutan pidana terkait dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Tuntutan ini diajukan di pengadilan Quezon City pada Selasa (11/8/2026) sore, di tengah proses sidang pemakzulan yang sedang menjeratnya di Senat.

Juru Bicara Departemen Kehakiman (DOJ) Filipina, Polo Martinez, mengonfirmasi bahwa tuntutan atas tuduhan ancaman berat (grave threats) telah resmi diajukan.Baca juga: Filipina Pelajari Taktik Drone Ukraina, Mau Lindungi Laut China Selatan

Dikutip dari South China Morning Post, kasus pidana ini sekaligus menjadi bagian penting dari materi yang menjerat Sara dalam persidangan pemakzulan.

Bermula dari konferensi pers