Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkap sebaran peserta Program Pemagangan Nasional 2026 batch 1 angkatan kedua lebih merata dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode ini, peserta magang lebih banyak ditempatkan di luar Pulau Jawa.Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah, pemerintah memang mendorong lebih banyak kesempatan magang tersedia di luar Jawa. Kemnaker mencatat ada 46.160 peserta yang lolos program magang nasional."Nah ini fix-nya belum kita hitung karena ini baru kemarin ya, baru kemarin penetapan. Baru hari Kamis kemarin, itu baru penetapan, nanti kita akan hitung, tapi saya lihat secara proporsionalnya ini lebih bagus dari yang tahun kemarin. Kalau saya lihat lebih banyak di luar Jawa dibanding Jawa," kata dia di kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, sektor jasa keuangan dan perbankan menjadi bidang yang paling banyak menyediakan posisi magang. Selain itu, industri manufaktur dan sektor kesehatan juga membuka banyak peluang.Darmawansyah menegaskan posisi yang dibuka pada program Magang Nasional bukan pekerjaan administratif, melainkan profesi yang sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi maupun pendidikan profesi seperti perawat."Kalau perusahaan, kalau ini kebanyakan jasa keuangan, keuangan perbankan banyak. Kemudian juga industri manufaktur juga banyak gitu. Kemudian kesehatan ya.Sampai kalau di luar Jawa kita lihat kalau memang dia layak, contoh misalnya klinik juga, untuk nurse kita berikan, rumah sakit kita berikan juga," tuturnya.Kemnaker juga memperketat proses verifikasi terhadap penyelenggara dan lowongan magang. Perusahaan akan dinilai terlebih dahulu dari kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, lalu posisi yang ditawarkan juga diperiksa kesesuaiannya dengan kualifikasi peserta.Lowongan yang dinilai tidak sesuai untuk lulusan perguruan tinggi, seperti posisi kasir, front office, hingga tenaga penjualan (sales), tidak diikutsertakan dalam program ini."Kalau jabatan seperti misalnya front office, kasir itu sudah kita hapus. Jadi, memang benar-benar jabatan itu sesuai dengan kompetensi," tutup Darmawansyah.